Indo Tambangraya Targetkan Pertumbuhan Penjualan 15 Persen

TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Indo Tambangraya Megah Tbk mentargetkan penjualannya tahun ini tumbuh 15 persen dibanding 17,8 juta ton tahun lalu. "Target kami tahun 20,5 juta ton batu bara," ujar Presiden Direktur Indo Tambangraya Somyot Ruchirawat dalam siaran pers yang diterima Tempo, Jumat (17/4).

Ia optimistis target bisa dicapai karena anak usaha perseroan, PT Indominco Mandiri, telah mendapat izin penambangan di blok timur miliknya. Sedangkan produksi batubara anak usaha lainnya, PT Trubaindo Coal Mining, akan dimulai tahun ini. Menurut Somyot, Indo Tambangraya juga telah melakukan sekitar 88 persen kontrak penjualan untuk pengiriman produksi batu bara di tahun ini.

Sepanjang tahun lalu, Indo Tambangraya membukukan laba bersih senilai US$ 235 juta, atau berlipat lebih dari empat kali dibanding US$ 56 juta di 2007. Di 2008, rata-rata harga batu bara perseroan melonjak 76,2 persen menjadi US$ 74 per ton. Maka total penjualan perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia sejak akhir 2007 itu pun melesat 70,6 persen ke US$ 1,3 miliar.

Dengan laba bersih sebesar itu, perusahaan membayarkan dividen Rp 1.345 per saham untuk tahun 2008. Pembayaran pertama, Rp 344 per saham, dilakukan pada 22 Oktober 2008. Pembayaran kedua Rp 295 per saham 19 Desember 2008, dan Rp 706 per saham pada 28 Mei mendatang.

Indo Tambangraya mengekspor mayoritas batu bara antara lain ke Jepang (23 persen), Korea Selatan (13 persen), Thailand (12 persen) dan Taiwan (10 persen).

BUNGA MANGGIASIH