Ulama Prihatin : Banyak Caleg Gagal Tarik Sumbangan Masjid Kembali

TEMPO Interaktif, Jakarta: Majelis Ulama Indonesia Jawa Tengah menyatakan keprihatinannya atas berbagai tindakan dan perilaku para mantan calon legislator yang ikut kompetisi pemilu 9 April lalu.

Sekretaris Majelis Ulama Indonesia Jawa Tengah Ahmad Rofiq menyatakan beberapa tindakan mantan caleg terutama yang tidak menang sungguh memprihatinkan.
"Masak sudah nyumbang tempat ibadah ditarik kembali," kata Ahmad Rofiq di Semarang, Jum''at (17/4),

Pernyataan Rofiq ini menanggapi banyak mantan caleg yang meminta kembali sumbangan yang sudah diberikan kepada masjid atau fasilitas umum lain. Caleg ini menarik sumbangannya karena tidak berhasil menjadi anggota legislatif karena kalah dengan calon lain.

Rofiq menyatakan, kalo niat awalnya sodaqoh maka mantan caleg tersebut tidak perlu menarik sumbangannya. "Jelas, niat mereka adalah mencari imbalan," katanya.

Padahal, kata Rofiq, sumbangan yang meminta imbalan termasuk dalam suap atau riswah. "Jelas ini hukumnya haram," kata dia.

Selain itu, para caleg yang stres juga menjadi bukti bahwa mereka juga melakukan politik uang tapi tetap tidak menang. "Akibatnya depresi," kata dia. Rofiq menyatakan sistem suara terbanyak telah memicu maraknya para caleg melakukan politik uang. Dari sisi ini, Rofiq menyesalkan sistem suara terbanyak.

"Uang telah merusak nilai demokrasi," katanya.

ROFIUDDIN