Penderita DBD di Balikpapan Turun

TEMPO Interaktif, Balikpapan: Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, menyatakan penyebaran demam berdarah dengue (DBD) menurun dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. April ini, dengan 68 jumlah kasus penderitanya, tidak ada korban meninggal. "Menurun dibandingkan bulan sebelumnya," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Dyah Muryani, Senin (20/4).

Dyah mengaku, pihaknya telah memaksimalkan pengasapan (fogging) dan abatenisasi di kawasan yang menjadi langganan penyebaran DBD. Diharapkan, tindakan ini mampu menurunkan penyebaran DBD di Balikpapan.

Dengan alokasi dana sebesar Rp 3 miliar untuk penanggulangan DBD Balikpapan, Dyah memprioritaskan fogging serta abatenisasi. Pelaksanaanya menyeluruh di lima kecamatan di Balikpapan.

Akhir Maret ini, Dyah mendata terdapat 197 kasus penderita DBD di Balikpapan, dengan lima di antaranya meninggal dunia. Umumnya, para korban meninggal disebabkan terlambatnya penanganan pertolongan rumah sakit.

Dyah menambahkan, seluruhnya, para korban masih anak-anak yang membutuhkan penanganan khusus medis. Kendalanya, sejumlah rumah sakit tidak memiliki dokter spesialis anak. Sehingga pelimpahan kasusnya ke rumah sakit terlambat, jelasnya

Di Balikpapan, rata-rata, setiap tahunnya, DBD memakan korban 30 warga. Kasusnya ini terus meningkat menjadi 1.500 dari sebelumnya 1.300 kasus.

SG WIBISONO