Infografis
Golkar Siapkan Opsi Berpisah dengan Demokrat
TEMPO Interaktif, Jakarta: Partai Golkar menyiapkan opsi membangun poros baru maupun bergabung dengan poros lain. Opsi itu diterapkan bila Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, berkukuh menerapkan lima kriteria calon wakil presiden.
"Saya kira untuk kepentingan yang lebih besar, Golkar siap untuk berkoalisi dengan Demokrat. Juga untuk alternatif lainnya. Apalagi sampai hari ini kami belum menutup opsi Golkar untuk membentuk poros baru atau mungkin bergabung dengan poros lain. Itu kami lakukan untuk kepentingan bangsa yang lebih besar," kata Ketua Dewan Pengurus Pusat Partai Golkar, Priyo Budi Santoso, usai rapat pengurus harian di Jalan Mangun Sarkoro Nomor 1, Senin (20/4) malam.
Golkar, kata dia, siap membentuk poros baru maupun bergabung dengan poros lain. Alasannya, Golkar memperkirakan akan menempati urutan kedua dalam perolehan suara Pemilihan Umum Legislatif.
Sebelumnya, Yudhoyono memaparkan sejumlah kriteria calon pendampingnya dalam Pemilihan Presiden Juli mendatang. Menurut Priyo, kriteria itu merupakan wewenang Yudhoyono dan Demokrat. "Kami menghormati (kriteria) itu hak penuh dari beliau sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat. Itu kriteria normatif dan bagus," katanya.
Golkar, kata Priyo, siap membentuk poros baru maupun bergabung dengan poros lain. Alasannya, Golkar memiliki modal dengan kemungkinan menempati urutan kedua dalam perolehan suara Pemilihan Umum Legislatif.
Beberapa perhitungan cepat menempatkan Partai Golkar di posisi kedua dalam Pemilihan Umum Legislatif 2009. Misalnya hasil perhitungan cepat Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) yang menempatkan Partai Golkar dengan perolehan 14,8 persen di atas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
KURNIASIH BUDI

Web via