Rupiah Tersungkur ke Rp 10.830

TEMPO Interaktif, Jakarta: Nilai tukar rupiah, Selasa (21/4) pagi ini di pasar Asia hingga pukul 09.10 WIB tersungkur ke posisi Rp 10.830 per dolar Amerika Serikat atau melemah 120 poin dibandingkan penutupan pasar Jakarta, Senin (20/4) pada posisi Rp 10.710 per dolar AS.

Rontoknya harga-harga saham di bursa New York karena kembali mencuatnya kekhawatiran akan krisis finansial AS, membuat indeks Dow Jones anjlok 289,60 poin atau 3,56 persen menjadi 7.841,73. Kecemasan ini memicu kembali bergejolaknya pasar finansial global sehingga membuat mata uang regional termasuk rupiah kembali terdepresiasi terhadap dolar AS.

Para pelaku pasar kembali melepas investasinya dalam mata uang yang berimbal hasil tinggi dan berisiko tinggi dan kembali mengkonversi ke mata uang yang berimbal hasil rendah dan beresiko kecil (safe haven) seperti dolar AS dan yen Jepang.

Peso Filipina memimpin kejatuhan mata uang Asia dengan melemah 0,76 persen menjadi 48,400 per dolar AS, diikuti ringgit Malaysia melemah 0,55 persen menjadi 3,6515 per dolar AS, dolar Taiwan melemah 0,27 persen menjadi 33,9150 per dolar AS, bath Thailand melemah 0,14 persen menjadi 35,65, serta dolar Singapura 0,04 persen menjadi 1,5114 per dolar AS.

BLOOMBERG | VIVA B. KUSNANDAR