Antam Pangkas Produksi Nikel Hingga 15 Persen

TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Aneka Tambang, produsen logam mulia kedua terbesar di Indonesia, mengatakan produksi nikel besinya anjlok 15 persen ketimbang setahun lalu yang disebabkan oleh melemahnya permintaan.

Perusahaan yang juga dikenal dengan sebutan Antam itu menghasilkan sekitar 3.700 metrik ton nikel besi, 700 kilogram emas, 200 ribu metrik ton bauksit, kata Presiden Direktur Alwin Syah Loebis di Jakarta. Pada kuartal pertama 2008, perusahaan itu memproduksi 4.362 ton nikel besi, 935 kilogram emas, dan 181.141 metrik ton bauksit.

“Kinerja produksi nikel besi dan emas pada kuartal pertama tahun ini mencapa target," kata Alwin Syah. Produksi bauksit, yang hanya 15 persen dari target satu juta ton, "lebih rendah dari target karena permintaan yang melemah."

Antam pada awal tahun ini memprediksiskan memangkas produksi nikel besi menjadi 12 ribu ton dari sebelumnya 17.566 ton, dan produksi bauksitnya menjadi satu juta metrik ton dari 1,15 juta ton.

Harga nikel menurun 56 persen di London Metal Exchange tahun lalu, rekor tahunan terburuk karena perekonomian yang melambat sehingga mengakibatkan permintaan logam juga ikut melemah.

BLOOMBERG | BOBBY CHANDRA