Topik
BTN Terbitkan Obligasi Setelah Rapat Umum
TEMPO Interaktif, Jakarta: Rencana PT Bank Tabungan Negara (Persero) untuk menerbitkan obligasi bulan depan masih harus menunggu rapat umum pemegang saham (RUPS). Bank kredit perumahan itu akan menerbitkan obligasi Rp 1,5 triliun.
Direktur Keuangan BTN Saut Pardede mengatakan bank akan menggelar rapat umum pemegang saham pada pertengahan Mei mendatang. "Proses obligasi di Bapepam (Badan Pengawas Pasar Modal) panjang. Kami perkirakan efektif paling cepat akhir Mei," ujarnya di Gedung Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara, Rabu (22/4). Besok, dia melanjutkan, perseroan akan memberikan paparan publik mengenai penerbitan obligasi itu.
Pada kesempatan yang sama Direktur Utama BTN Iqbal Latanro menjelaskan jangka waktu obligasi yang diterbitkan tiga hingga lima tahun. Namun dia belum mau membeberkan besaran bunga obligasi. "Besok (dalam ekspos publik) akan kami sampaikan," kata dia. Besarannya, kata Iqbal, mengacu surat utang negara (sun) ditambang dengan risk premium.
Menurut Iqbal, seluruh dana obligasi akan digunakan untuk menambah kapasitas kredit pemilikan rumah tahun ini. Selain obligasi, BTN juga akan melakukan sekuritisasi aset tahap kedua pada semester dua tahun ini. Iqbal menargetkan pihaknya bisa melakukan sekuritisasi Rp 389 miliar. "Target kami Rp 500 miliar, dan sekuritisasi pertama baru Rp 111 miliar. (Tahap kedua) kami akan ambil semua sisanya," jelasnya.
Iqbal mengaku kedatangan jajaran direksi di kementerian untuk membahas agenda pra RUPS dengan Deputi Perbankan dan Jasa Keuangan Parikesit Suprapto. Dalam pembicaraan itu, dia melanjutkan, tak disinggung soal dividen. "Belum diputuskan. Nanti diputuskan setelah RUPS," ucap dia.
Saut menjelaskan dalam pertemuan itu, direksi menyampaikan laporan keuangan. "Saat pra RUPS tinggal buat keputusan," katanya. Dia melanjutkan kinerja perusahaan pada triwulan satu 2009 lebih baik dari periode yang sama tahun lalu. "Laba meningkat, kredit juga meningkat."
RIEKA RAHADIANA