Tiga Hari, Gempa Guncang Pulau Banda

TEMPO Interaktif, Jakarta: Tiga hari berturut-turut, gempa mengguncang Pulau Banda, Maluku Tengah. Tapi gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Gempa berkekuatan antara 2 SR–5,7 SR, menguncang Pulau Banda, Maluku Tengah, selama tiga hari berturut-turut. Demikian dikatakan Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meterologi dan Geofisika, Irwan Slamet, kepada wartawan di Ambon, Kamis (23/4).

Menurut Selamet gempa tersebut terjadi pada 20–22 April lalu. Pada 20 April, gempa yang mengguncang Pulau penghasil pala itu berkekuatan 5,7 SR. Pusat gempa terjadi di Laut Banda atau sekitar 190 km arah Tenggara Ambon, pada pukul 14.33 WIT pada 14.15 Lintang Selatan dan 129.79 bujur timur dengan kedalaman 10 km.

Pada 21 April, terjadi lagi gempa dengan kekuatan 5,5 SR pada pukul 21.21 WIT, pada 14.04 Lintang Selatan dan 129 Bujur Timur, dengan kedalaman 20 Km. Pusat gempa terjadi pada 53,6 km Barat Laut Pulau Banda atau sekitar 180 km Sebelah Tenggara Pulau Ambon.

Kedua gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Sebab gempa yang terjadi mempunyai model mekanik sesar mendatar. Kedua gempa tersebut terasa hingga ke Kota Ambon, dengan kekuatan 1–2 SR. “Orang yang beraktifitas tidak merasakan getaran gempa,” kata Irwan Slamet.

Gempa susulan terjadi pada 22 April. Hari itu, sebanyak 19 kali gempa dengan kekuatan antara 2–4 SR mengguncang pada kedalaman 36 km. Pusat gempa pada Laut Banda atau sekitar 163 km sebelah Timur Pulau Ambon.

MOCHTAR TOUWE-- @page { size: 21cm 29.7cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } -->