Bursa Dunia: Amrik Menciut, Eropa Naik

TEMPO Interaktif, Jakarta: Indeks bursa Wall Street ditutup fluktuatif pada sesi perdagangan Rabu (22/4) waktu setempat. Indeks Dow Jones ditutup pada posisi 7.886,57 melemah 82,99 poin. Hal yang sama juga terjadi pada indeks S&P 500 yang ditutup pada level 843,55 atau turun 6,53. Namun indeks komposit Nasdaq justru menguat tipis 0,14 persen berada pada posisi 1.646,12.

Jika di bursa Amerika Serikat ditutup berfluktuasi, bursa Eropa mengalami penguatan pada saat penutupan. Indeks FTSE (Inggris) berada pada 4.030,66 atau naik 43,20 poin. Demikian juga dengan indeks DAX (Jerman) yang berada pada 4.594,42 atau naik 92.79 poin dan indeks CAC 40 (Prancis) yang ditutup positif pada posisi 3.025,24 naik 51,30.

Kondisi bursa ini dipengaruhi jatuhnya perbankan pada Senin (20/4) lalu setelah bank sentral Amerika Serikat (The Fed) memperingatkan kerugian pinjaman yang lebih jauh. Namun Menteri Keuangan Timoty Geithner kembali menyatakan kepada Kongres bahwa modal perbankan cukup baik.

Tetapi analis Burnham Financial Industries Fund and Burnham Financial Services Fund, Anton Schutz, mengatakan perbankan dan investor sedang berkonsentrasi pada hasil stress test yang dilakukan pemerintah. Dari tes ini akan diketahui mana yang membutuhkan dana talangan lagi.

Beberapa penjualan yang terpengaruh dari laporan pendapatan kuartal pertama perusahaan besar seperti AT&T, Boeing, dan McDonald's yang mengisyaratkan adanya harapan belanja konsumen dan ekonomi secara umum.

Bursa juga dipengaruhi saham-saham teknologi seperti antara lain Apple dan Yahoo. "Kami mulai melihat cahaya kecil di ujung terowongan, namun saya tidak tahu seberapa panjang terowongan itu," ujar analis Hennessy Fund, Frank Ingarra.

AP | DIAN YULIASTUTI