Topik
Distribusi Gas Blok Natuna Melalui Pipa dan Terminal Terapung
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah mengkaji opsi membangun pipanisasi dan terminal terapung LNG untuk distribusi gas blok Natuna D-Alpha. "Kalau betul cadangannya 50 triliun kaki kubik, barangkali bisa dibawa dengan kombinasi pipeline dan floating receiving terminal," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro di Jakarta, Kamis (23/4).
Jalur distribusi melalui pipa, ia menjelaskan, bisa membawa gas dengan kadar karbon dioksida tinggi. Gas di blok Natuna memiliki kadar karbon dioksida hingga 70 persen. Namun diakui, kapasitas yang bisa dialirkan melalui pipa terbatas padahal volume gas dari Natuna sangat besar. Sehingga dibutuhkan opsi lain untuk menyalurkan gas tersebut.
Purnomo memaparkan, gas dari Natuna nantinya bisa disalurkan untuk menambah pasokan pembangkit listrik di Batam, Malaysia, dan Singapura. Bahkan, gas tersebut bisa dialirkan ke Rayong untuk pasokan pabrik petrokimia.
DESY PAKPAHAN





