Partai Demokrat Siap Bertarung Tanpa Golkar

TEMPO Interaktif, Jakarta: Partai Demokrat menyatakan siap bertarung dalam pemilihan presiden tanpa koalisi dengan Partai Golkar. Ketua DPP Partai Demokrat Andi Mallarangeng menyatakan partainya sudah bulat mengusung Susilo Bambang Yudhoyono sebagai calon presiden.

"Tentu saja, kalau kami bertekad, maka kami siap untuk memenangkannya," katanya ditemui di Istana Merdeka, Kamis (23/4).  Andi menyatakan Partai Demokrat akan menggelar musyawarah nasional yang secara resmi mencalonkan Yudhoyono pada 25-26 April nanti.

Meski demikian, Andi menambahkan, Partai Demokrat masih mengharapkan Partai Golkar kembali ke dalam koalisi. Ia menegaskan partainya selalu membuka pintu komunikasi untuk bekerja kerjasama dengan golkar. "Sampai saat ini masih buka pintu, walaupun kami menghormati keputusan Partai Golkar," katanya.

Andi menyatakan kerja sama dengan Golkar selama ini sudah terjalin dengan baik. "Kami nyaman dengan golkar," katanya. Perundingan menuju koalisi berikutnya pun menurutnya berjalan mulus kecuali mengenai persoalan calon wakil presiden.

Demokrat, kata Andi, menyerahkan sepenuhnya persoalan calon wakil presiden  kepada Yudhoyono. "Kami ingin pemerintahan kompak, efektif, dan kuat, sehingga kami serahkan sepenuhnya kepada SBY sebagai capres," katanya.

Dengan demikian, Demokrat meminta opsi kepada golkar beberapa nama, tidak hanya satu, agar SBY nantinya bisa memilih pasangan terbaik untuk menciptakan pemerintahan yang kuat. "Kalau dianggap buntu, saya kira terlalu cepat dan pernyataan itu disampaikan secara sepihak," katanya.

Menurut Andi, semua kemungkinan masih terbuka dan masih banyak waktu sampai dibukanya pendaftaran pasangan calon presiden dan calon wakil presiden  pada 10 Mei nanti.   Menanggapi berbagai retaknya hubungan Demokrat-Golkar, Andi menyatakan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono meminta persoalan tersebut tak perlu diperpanjang. "Pak SBY mengatakan:  mari diendapkan dulu,  cooling down, sambil melihat perkembangan, sehingga bisa membuka komunikasi lagi," katanya.

GUNANTO E S