Topik
Minim Sarana, Investor Batal Berinvestasi
TEMPO Interaktif, Malang: Pemerintah Kabupaten Malang gagal menarik investor baru sepanjang empat tahun terakhir. Wakil Bupati Malang Rendra Kresna mengakui minimnya infrastruktur di kawasan Malang bagian Selatan yang menjadi alasan investor batal berinvestasi. Padahal, sebelumnya sejumlah investor tengah menyatakan kesanggupannya berinvestasi. "Tapi setelah meninjau lokasi, mereka membatalkan investasi," kata Rendra, Jumat (24/4).
Seperti batalnya investasi PT Semen Bosowa Maros untuk mengekplorasi bahan tambang di Malang bagian Selatan. Saat itu, manajemen produsen semen ini mengaku tertarik untuk menggarap bahan tambang berupa batu kapur sebagai bahan utama semen. Namun, setelah meninjau lokasi mereka membatalkan investasi karena alasan tak sesuai spesifikasi. "Tapi yang utama karena akses untuk pengangkutan hasil produksi dan bahan baku sulit," jelasnya.
Rendra menyebutkan sebelumnya produsen Holcim dan Semen Gresik juga tertarik, namun kemudian membatalkan tanpa alasan yang jelas. Berdasarkan studi kelayakan Pemerintah Kabupaten Malang menyebutkan kandungan bahan tambang batu kapur cukup besar. Diperkirakan jika total produksi semen setiap tahun 2 juta ton, bahan batu kapur cukup untuk operasional selama 60 tahun. Kandungan batu kapur tersebut, kata Rendra, berada di kawasan pengelolaan Perum Perhutani dan tanah penduduk setempat.
Ia memperkirakan, investor akan berebut berinvestasi jika proyek jalur lintas selatan dan pelabuhan nusantara di Sendangbiru selesai dikerjakan. Ia optimistis, pengusaha tetap tertarik berinvestasi di Kabupaten Malang. Buktinya, saat ini tiga perusahaan semen nasional tengah mengajukan proposal untuk berinvestasi di Kabupaten Malang. Kini, pihaknya tengah mengkaji apakah ketiga perusahaan ini bersunggu-sungguh dalam mengekplorasi bahan tambang.
Termasuk kesiapan modal, daya dukung serta jaminan tak akan memindahtangankan kepada industri lain. Menurutnya, pasar ekspor semen juga terbuka luas, saat ini China dan Vietnam membutuhkan semen dalam jumlah besar untuk pembangunan infrastruktur. Sementara, pasar regional juga cukup menjanjikan.
Selain batu kapur, jelas Rendra, bahan tambang di Malang bagian selatan juga kaya dengan bahan tambang seperti pasir, batu, bijih besi, mangaan, tembaga dan emas. Sebelumnya dilakukan penambahan emas secara tradisional di Desa Gajahrejo Kecamatan Gedangan. Namun, sejauh ini belum dilakukan penelitian berapa besar kandungan serta kadar emas di kawasan tersebut.
EKO WIDIANTO





