Infografis
Bank Daerah Didesak Salurkan Kredit Ketimbang Investasikan Dana
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah mendesak Bank Pembangunan Daerah agar ikut serta dalam menunjang perekonomian dengan menyalurkan dana kreditnya pada aktivitas produktif ketimbang memupuk keuntungan dari penempatan dana pada instrumen-instrumen investasi.
Menteri Keuangan sekaligus Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Perekonomian, Sri Mulyani Indrawati, mengaku masih mendengar adanya perilaku perbankan daerah yang hanya menyimpan dananya di Sertifikat Bank Indonesia maupun Surat Utang Negara. Bahkan, dia mengungkapkan, ada juga bank pembangunan daerah yang meminjamkan dananya kepada bank yang lebih kecil.
“Ini hanya beternak uang, bukan aktivitas ekonomi untuk menunjang pembangunan daerahnya,” katanya dalam acara penandatanganan komitmen pembiayaan proyek 10 ribu megawatt antara Asosiasi Perbankan Daerah dan PT Perusahaan Listrik Negara di kantornya, Jumat (24/4).
Menurut Sri Mulyani, mental bankir yang hanya ingin memupuk dana dan mengeruk keuntungan itulah yang menyebabkan perekonomian tidak berjalan. Pasalnya, aktivitas ekonomi bisa berjalan jika ada konsumsi masyarakat, pengusaha, dan lembaga keuangan yang mampu memfasilitasi kegiatan konsumsi tersebut.
Selama ini, kata dia, sumbangan konsumsi dan investasi terhadap pertumbuhan ekonomi selama ini mencapai 80 persen. “Karena itu jika konsumsi bisa difasilitasi perbankan yang sehat maka perekonomian akan bisa berjalan,” ujarnya.
Meski demikian, Menteri Sri Mulyani juga mengingatkan Bank Pembangunan Daerah harus bisa mengelola alokasi kreditnya dengan prinsip kehati-hatian.
AGOENG WIJAYA