Ini Baru Cihuy, Caleg Gagal Tetap Beri Bantuan Puluhan Sapi

TEMPO Interaktif, Lampung: Gagal dalam pencalonan legislator pada Pemilihan Umum 2009 lalu, tidak membuat Harmin Hadi dan Erizal mengurungkan niat membantu warga di Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, Lampung, awal pekan lalu.

Kedua mantan calon legislator dari Partai Amanat Nasional itu tetap memberikan puluhan ekor sapi senilai Rp 3,6 milyar. “Saat kampanye lalu, kami menjanjikan bantuan sapi untuk warga, dan ini buktinya,” kata Erizal, usai memberikan bantuan.

Bantuan puluhan ekor sapi untuk digemukkan itu selalu didengungkan Erizal dan Harmin Hadi saat keduanya mencalonkan diri. Namun, banyak warga yang mengira janji itu hanya gombal belaka.

Warga menyagka keduanya sama seperti politisi kebanyakan yang sedang menarik simpati warga. Maklum, dua calon legislator untuk Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Lampung dan Kabupaten Lampung Timur itu tidak punya tampang seperti orang berduit.

“Kami mencari mitra yang bisa diajak bekerja sama dengan lembaga Pusat Pengembangan Ekonomi dan Sumber Daya Manusia yang kami bentuk,” ujar Harmin Hadi. Melalui lembaga itu mereka menggandeng Pertamina Wilayah Sumatera Bagian Selatan.

Harmin mengatakan lembaganya akan mendampingi warga dalam mengembangkan usaha ternak. “Kami menyediakan teknologi peternakan dan memantau kesehatan ternak bagi 62 kelompok peternak di Lampung Timur dan Lampung Tengah,” kata Harmin, yang juga direktur lembaga itu.

Sebetulnya, ia mengaku sempat terbesit untuk mengalihkan bantuan ke tempat lain karena tidak mendapat suara yang signifikan di kecamatan itu. Namun niat itu ia batalkan.

Saat acara pemberian bantuan, banyak warga yang mengaku menyesal tidak memilih Harmin yang kebetulan bertarung di daerah tersebut. Perolehan suara Harmin jeblok. Dia hanya memperoleh 500 suara. “Kami tidak tahu kalau Pak Harmin mencalonkan diri,” kata Paryono, warga Batanghari.

Paryono mengatakan seandainya tahu Harmin mencalon diri, pasti akan ia dukung meski tidak memberi uang sebelum mencontreng. Dia tidak membantah saat malam menjelang pencontrengan dia dan warga di sekitarnya menerima uang dari calon yang mereka pilih. “Kami memilih calon yang memberikan uang paling banyak,” ujarnya.

Menurut Erizal, kolega Harmin, saat ini, pola pikir rakyat sudah berubah. “Mereka lebih pragmatis dan pola pikirnya serba instan. Mungkin pengaruh pemberian bantuan langsung tunai beberapa waktu lalu. Semuanya diukur dengan uang,” ucap Erizal.

NUROCHMAN ARRAZIE