Pria Bakar Istri dan Anak Tiri di Medan

TEMPO InteraktifMedan: Seorang pria berinisial S membakar istri dan anak tirinya di Jalan Mangaan Satu, Kelurahan Mabar, Kecamatan Medan Deli, Sumatera Utara. Akibatnya, korban bernama Suryati, 48 tahun, dan Khairudin, 20 tahun, dilarikan ke rumah sakit.

Suryati dan puteranya, Khairudin, 20 tahun, kini dalam perawatan tim medis. Kedua korban mengalami luka bakar dari ulah kalap sang ayah, S. Saat ditemui Tempo di ruang rawat IX, Suryati bertutur luka bakar di telinga dan tangan kirinya akibat ulah suami keduanya, S. Pelaku hingga saat ini masih buron.

Menurut Suryati, Sabtu (25/4), peristiwa itu terjadi pada Jumat (24/4) siang lalu. Saat itu, Suryati sedang memasak sayur di dapur. Dari balik pintu muncul suaminya, S. Pasangan ini lantas terlibat adu mulut. S yang menenteng bahan bakar minyak dengan emosi mencurahkan minyak ke lantai dapur. Keributan tersebut didengar Khairudin. Khairudin langsung bergegas ke dapur.

Putra pertama Suryati dari suami pertamanya ini coba melerai dan melindungi ibunya dari tindak kekerasan ayah tirinya itu. “Ya, suami saya sering menampar kalau marah,” aku Suryati. Upaya Khairuddin melerai tak berhasil. S semakin kalap lalu mematik api. Semburan api pun melahap tubuh kedua korban. “Ia (S) langsung lari,” ujar Suryati. 

Warga yang mendengarkan teriak dan melihat kondisi kedua korban berupaya menolong. Suryati dan Khairudin dibawa ke balai pengobatan terdekat lalu dirujuk ke Rumah Sakit Sinar Husni. Luka bakar yang dialami kedua korban cukup parah. Pada Jumat malam keduanya dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pirngadi Medan. Keduanya dirawat di ruang terpisah. Suryati di ruang IX, anaknya di ruang VIII.

Berdasarkan pantauan Tempo, Khairudin dengan luka bakar dari dada hingga kaki sulit diajak berbicara. Matanya memandang plafrom ruangan seakan tak menyangka peristiwa yang terjadi. 

Humas Rumah Sakit Pirngadi Medan, drg Susyanto, mengatakan Khairudin menderita luka bakar 65 persen. “Luka itu mulai dari bawah leher hingga kaki,” katanya. Luka bakar Suryati, lanjut Susyanto, mencapai 13 persen. 

Untuk perawatan, tutur Susyanto, kedua pasien korban kekerasan dalam rumah tangga itu kini ditangani dokter spesialis kulit. “Tahapan awal pengobatan luka bakar dengan memberikan salep di luka bakar,” jelas Susyanto.

SOETANA MONANG HASIBUAN