Keuntungan Starbucks Anjlok

TEMPO Interaktif, Seattle: Keuntungan kedai kopi raksasa asal Amerika Serikat, Starbucks, dilaporkan anjlok hingga 77 persen dari 108,7 juta dolar pada Maret tahun lalu menjadi hanya 25 juta dolar. Hal itu akibat penutupan  123 kedainya di Amerika Serikat.

Starbucks berencana akan menutup 960 kedai di seluruh dunia menyusul resesi ekonomi yang melanda negara di berbagai belahan dunia. Sejak Juli 2008, Starbuck telah menutup 507 di Amerika, dan 64 kedai di berbagai negara lain.

"Kami tengah membangun model bisnis yang lebih sehat dan berkesinambungan untuk menyongsong masa depan yang lebih baik,” kata Wakil Direktur Starbuck  Troy Alstead

Starbucks Coffee pertama kali dibuka pada 1971 di Seattle oleh Jerry Baldwin, Zev Siegel, dan Gordon Bowker. Howard Schultz bergabung dengan perusahaan ini pada 1982 dan terinspirasikan oleh bar espresso di Italia, membuka jaringan Il Giornale pada 1985.

Starbucks pertama kali membuka gerai di Vancouver dan Chicago pada 1987 sedangkan cabang pertama di luar Amerika Utara terletak di Tokyo, Jepang yang dibuka pada 1996. Sekarang, Starbucks sudah berada di 30 negara lain. Di Indonesia, cabang kedai Starbucks pertama dibuka pada 17 Mei 2002, di lantai dasar Plaza Indonesia, Jakarta.

BBC | SUDRAJAT