Topik
Penayangan "Romeo Juliet" di Bandung Masih Dicekal
TEMPO Interaktif, BANDUNG:—Pemutaran film “Romeo Juliet” masih dicegah pendukung tim Persib, Viking. Hari ini, rencana menonton bareng bersama sejumlah anggota Viking di bioskop sebuah mal di Bandung batal karena ketuanya tidak datang memenuhi undangan. ”Kita ingin mereka lihat dulu filmnya,” kata sutradara Yusuf Andibachtiar di Blitz Parisj Van Java, Jumat (1/5).
Tadinya, acara nonton bareng itu akan dilanjut dengan diskusi untuk menjernihkan persoalan dan alasan penolakan. Produser film meminta bantuan sejumlah pihak termasuk seniman Tisna Sanjaya untuk pertemuan itu. Soalnya, pihak yang menolak belum menonton film itu dan hanya membaca naskah yang diberikan produser.
Ketua Viking, Heru Joko, tidak membalas pesan pendek saat dikonfirmasi Tempo soal alasan ketidakhadirannya. Menurut Yusuf, dia kabarnya berada di luar kota walau sebelumnya menyatakan akan datang. “Mereka beralasan karena kami menyertakan media (massa),” katanya.
Dua pekan lalu, film berbiaya Rp 2,8 miliar itu gagal tayang perdana karena ditolak kelompok pendukung Persib. Sebagian pengurus dan anggota Viking sempat mendatangi bioskop dan kantor Dewan Pengurus Pusat Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia di Bandung, mencegah agar film jangan sampai diputar. Begitu pun permintaan mereka ke polisi. ”Muaranya ini di Viking,” kata Yusuf.
Sebelumnya, ketua Viking Heru Joko mengatakan alasan penolakan pihaknya karena pembuat film tidak meminta izin, riset, dan berdiskusi dengan pihaknya sebelum pemutaran di bioskop. Tayangan itu dinilainya tidak berimbang dan dikhawatirkan merusak jalan perdamaian antara pendukung tim Persija dan Persib. Film adaptasi adaptasi drama Shakespeare itu berlatar belakang permusuhan kelompok pendukung dua tim itu.
Menurut Yusuf, filmnya hanya terganjal di Bandung. Di Jakarta, tayangan film itu sudah memasuki minggu kedua dan tidak ada masalah. Begitu pun di Bogor dan Bekasi. “Saya masih akan membuka komunikasi (dengan Viking),” kata Yusuf.
ANWAR SISWADI