Realisasi Investasi April 2009 Rp 14,11 Triliun  

TEMPO Interaktif, Nusa Dua:Pemerintah menyatakan realisasi investasi sepanjang April 2009 mencapai Rp 14,11 triliun (US$ 1,57 miliar). Dari jumlah itu, sebagian besar berasal dari penanaman modal asing sebesar Rp12,6 triliun (US$ 1,4 miliar) dan sisanya Rp 1,51 triliun (US$ 170 miliar) dari penanaman modal dalam negeri.

Menurut catatan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) realisasi investasi dalam negeri terbesar berasal dari sektor industri tekstil sebesar Rp 446,4 miliar. Disusul industri makanan Rp 312,3 miliar, industri logam Rp 180,6 miliar, industri kimia dasar dan farmasi Rp 177,3 miliar, serta industri karet dan plastik Rp 151,3 miliar.

Sementara realisasi penanaman modal asing dipimpin oleh sektor pengangkutan, gudang, dan komunikasi sebesar US$ 1,2 juta.

Sebelumnya Kepala BKPM Muhamad Lutfi mengatakan sektor telekomunikasi tumbuh sangat tinggi. Pengguna telekomunikasi dalam tiga tahun terakhir tumbuh 290 persen per tahunnya. "Investasinya luar biasa, itu baru Jawa dan Sumatera," kata dia usai membuka Seminar Investasi dalam rangkaian acara pertemuan tahunan Asian Development Bank, Nusa Dua, Bali, Sabtu (2/5).

Peringkat realisasi investasi asing selanjutnya yaitu sektor listrik, gas, dan air Rp 60,4 juta, industri makanan US$ 45,7 juta, industri kulit dan sepatu US$ 37,9 juta, serta industri logam dan elektronika US$ 33,5 juta.

Provinsi Jawa Timur menduduki peringkat pertama realisasi investasi dalam negeri dengan total Rp 615,1 miliar, disusul oleh Jawa Barat Rp 215 miliar, Sumatera Utara Rp 146,6 miliar, Jawa Tengah Rp 125 miliar, dan Sumatera Barat Rp 113,1 miliar.

Sedangkan DKI Jakarta menduduki peringkat pertama realisasi investasi asing sebesar US$ 1,1 miliar. Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Jawa Timur, dan Jawa Tengah menyusul masing-masing sebesar US$ 122,8 juta, US$ 60,4 juta, US$ 42,2 juta, dan US$ 33,1 juta.

Catatan BKPM juga menyebut Belanda sebagai negara dengan jumlah investasi terbesar US$ 1,1 miliar, disusul Australia, Singapura, Italia, dan Jepang masing-masing US$ 61,5 juta, US$ 44,5 juta, US$ 37,9 juta, dan US$ 24,2 juta.

RIEKA RAHADIANA