Butuh Tujuh Tahun Anggaran Untuk Perbaiki Jalan Rusak di Tangerang  

TEMPO Interaktif, Jakarta: Kondisi kerusakan jalan dan jaringan irigasi di Kabupaten Tangerang terus bertambah dari tahun ke tahun. Namun pemerintah hanya mampu sediakan dana sekitar Rp 200 miliar per tahun.

Kepala Bidang Pengairan, Dinas Binamarga dan Pengairan Kabupaten Tangerang, Yulianto menyebutkan, tuntutan terhadap perbaikan jalan dan jaringan irigasi semakin bertambah seiring peningkatan kerusakan infrastruktur yang terjadi setiap tahun hingga pemerintah daerah setempat keteter, menghadapi tuntutan dan permintaan masyarakat untuk perbaikan. “Keteter juga. Sebab usulan warga yang disampaikan cukup besar, nilainya triliunan," kata Yulianto, Sabtu (4/5).

Hanya saja, kata Yulianto, kesanggupan Anggara Pendapatan dan Belanja Daerah sangat jauh dibanding obyek pembangunan nyang harus dibiayai. Kata Yulianto, kemampuan anggaran hanya bisa menjangkau 10 persen dari perbaikan infrastruktur yang harus ditangani. “Paling banter Rp 200 miliar, itu pun sudah termasuk anggaran pemiliharaan," katanya. Apabila pemerintah konstan menganggarkan setiap tahun dana sebesar itu, diperkirakan dibutuhkan tujuh tahun anggaran agar tuntutan masyarakat itu bisa terpenuhi.

Kondisi jalan di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang kini mengalami kerusakan parah. Ruas antara Pasar Santiong-Kresek misalnya, ditandai lubang-lubang besar yang membuat gardan kendaraan sering nyangkut di badan jalan. Para pengemudi truk maupun angkutan umum banyak mengeluhkan kondisi ini, lantaran mobilnya patah as   ketika terperosok ke dalam lubang yang dalam dan lebar di tengah jalan.

Keadaan sama buruknya terlihat di ruas jalan antara Cikupa-Pasar Kemis, Jalan Raya Mauk, ruas Cengkudu-Cisoka, dan ruas Kresek-Gunung Kaler.

Wilayah Bekasi dan Tangerang merupakan zona penyangga utama wilayah urban Ibukota Jakarta. Kedua wilayah juga merupakan kawasan industri, tempat ribuan pabrik berskala besar beroperasi. Namun paradoks, fasilitas infrastruktur terutama jalan di dua wilayah ini rusak parah. Banyak jalan rusak dan sempit, sementara ribuan truk industri lalu lalang setiap hari.

JONIANSYAH