Pancalonan Aburizal Bakrie Dinilai Akan Terganjal Lapindo

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Bachtiar Effendy, mengatakan penolakan di masyarakat akan terlalu besar jika Susilo Bambang Yudhoyono mengambil Aburizal Bakrie selaku kader Partai Golkar sebagai calon wakil presidennya.

Bachtiar menjelaskan resistensi dengan adanya sejumlah masalah yang menyebabkan kesengsaraan terhadap sebagian besar masyarakat Sidoarjo, Jawa Timur, akibat luapan lumpur panas PT. Lapindo Brantas yang merupakan salah satu dari grup perusahaan Bakrie.

"Pak Aburizal Bakrie masih akan terkendala dengan kasus Lapindo yang masih belum selesai sampai saat ini sekarang," ujar Bachtiar seusai mengikuti diskusi di gedung Dewan Pimpinan Daerah (DPD), Rabu (6/5).

Setelah pimpinan pusat Partai Golkar mengizinkan kadernya maju sebagai calon wakil presiden bersama partai lain, anggota Dewan Penasihat Partai Golkar Aburizal Bakrie menyatakan siap maju mencalonkan diri.  

Bachtiar menambahkan, jika Yudhoyono tetap memaksakan Aburizal sebagai calon wakil presidennya, maka selama proses pencalonan tersebut akan selalu terganggu dengan sejumlah persoalan tuntutan yang masih muncul dari warga korban luapan lumpur Lapindo. "Jadi saya kira meski kelompok usaha Aburizal ini menyelesaikan masalah itu, tetap ada resistensi di masyarakat," ujar Bachtiar.

Sehingga, kata dia, Yudhoyono harus sangat hati-hati dalam menentukan siapa calon wakil presidennya. Bachtiar menambahkan, calon wakil presiden yang akan dipilih oleh Yudhoyono adalah yang memiliki 'kimiawi' yang sama. 

"Jadi saya kira SBY akan memperlakukan orang yang mendekat ini sesuai dengan kepentingan SBY, kalau manfaatnya lebih banyak saya kira akan diambil tapi kalau mudharatnya lebih besar ya saya kira beliau tidak akan ambil," jelas dia.

EKO ARI WIBOWO