-
Infografis
Prabowo Diam-diam Bertemu Puan
TEMPO Interaktif, Jakarta: PDI Perjuangan masih mencari-cari calon pendamping Megawati Soekarnoputri untuk maju dalam pemilihan presiden. PDI Perjuangan pun terus menjalin komunikasi dengan tokoh dan partai lain yang masih bisa diajak berkoalisi.
Sekitar pukul 13.00 WIB kemarin, Tempo memergoki Puan Maharani dan Pramono Anung bertemu dengan Prabowo Subianto di Hotel Grand Hyatt, Jakarta.
Awalnya, Tempo hanya melihat petinggi Partai Gerindra, Haryanto Taslam, duduk di ruang tamu, di depan salah satu ruang pertemuan (business center) Grand Hyatt. Haryanto ditemani seorang lelaki.
Dua jam kemudian, ketika Tempo kembali melintas, Puan keluar dari ruang pertemuan bersama Pramono. Tempo pun melihat Prabowo mengantar Puan dan Pramono sampai ke pintu ruang pertemuan, lalu melambaikan tangan.
Saat ditanyai, Pramono menolak menjelaskan apa yang dibicarakan dalam pertemuan Puan dan Prabowo itu. "Kami ketemu-ketemu saja," ujar Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan itu. Apakah kesepakatan dengan Prabowo sudah final? "Belum, belum, tunggu saja," kata dia.
Kubu Prabowo juga enggan menjelaskan isi pertemuan. Saat ditelepon, Haryanto malah mengaku tak mengetahui pertemuan Ketua Dewan Pembina Gerindra dengan Puan dan Pramono itu. "Oh, ada pertemuan, ya. Saya tidak tahu," kata dia.
Di lain tempat, petang kemarin Megawati menerima Menteri-Sekretaris Negara Hatta Rajasa di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. Seusai pertemuan sekitar satu jam itu, Hatta mengatakan kedatangannya hanya untuk memberitahukan status terakhir rumah Mega. "Saya menyampaikan bahwa rumah ini sudah menjadi milik Ibu Mega," kata Hatta.
Sebelumnya, menurut Hatta, rumah di Jalan Teuku Umar Nomor 27 dan 27-A itu masih berstatus rumah dinas. Hatta menolak jika disebutkan bahwa pertemuan itu merupakan upaya menjajaki koalisi dengan kubu Mega dalam pencalonan presiden. "Tidak ada soal itu," kata Hatta, buru-buru meninggalkan wartawan yang mencegatnya.
Pramono, yang mengantar Hatta keluar dari rumah Mega, mengatakan hal berbeda. "Soal rumah, sudah selesai beberapa bulan lalu," kata Pramono sambil tersenyum.
Menurut Pramono, Hatta menemui Mega untuk membicarakan hal-hal lain yang lebih besar. "Ya, SBY, Megawati, JK, Prabowo, dan Wiranto kan mau berkompetisi. Jadi perlu komunikasi," ujar Pramono. "Apalagi nanti akan ada debat (calon presiden)."
PDI Perjuangan sebelumnya telah menggagas pembentukan koalisi besar antarpartai, di luar partai yang merapat ke kubu Partai Demokrat. Partai yang hampir sepakat berkoalisi dengan PDI Perjuangan, antara lain, Partai Golkar, Partai Amanat Nasional, Partai Persatuan Pembangunan, Partai Hanura, dan Partai Gerindra.
Di tengah jalan, Partai Golkar dan Partai Hanura mengusung pasangan Jusuf Kalla-Wiranto untuk maju dalam pemilihan presiden. Dua penyokong ide koalisi besar lainnya, PAN dan PPP, menunjukkan tanda akan merapat ke poros Demokrat.
TITIS SETYANINGTYAS | UNTUNG WIDYANTO | CORNILA DESYANA | JAJANG

Web via