Senat Amerika Prihatin Ambruknya Industri Koran

TEMPO Interaktif, Jakarta: Senat Amerika Serikat, Rabu (6/5) mengadakan dengar pendapat dengan kalangan pemilik koran dan wartawan, tentang masa depan industri surat kabar Amerika Serikat. Hampir semuanya sepakat, prihatin dengan kondisi industri suratkabar cetak yang terus-menerus merosot.  "Hari ini, surat kabar seperti spesies langka yang harus dilindungi," ujar senator John Kerry, sambil mengutip data jatuhnya sirkulasi koran secara nasional, yang turun tinggal separuh, dalam enam bulan terakhir. 

Sedangkan senator Ben Cardin, khawatir koran The Sun kesukaanya, yang terbit di Baltimore dan dimiliki konglomerasi media Tribune Corp, juga akan segera bangkrut. Ia mengusulkan agar koran dan institusi media sekarang menjadi institusi non profit seperti halnya gereja atau lembaga bantuan. "Kita masih perlu koran dan jurnalisme investigasi yang mereka sediakan," ujar Ben Cardin.

Industri suratkabar di Amerika terus-menerus merosot dalam beberapa tahun terakhir, dan digantikan dengan media online internet. Salah satu alasan yang menjadi keprihatinan di Amerika adalah bahwa media baru internet ini, belum menemukan bentuk jurnalisme dan organisasinya yang dapat menggantikan peran suratkabar, yang dalam sejarahnya mempunyai fungsi penting sebagai bagian dari 'anjing penjaga' masyarakat demokrasi Amerika. Media-media online, dipandang tidak menawarkan capaian-capaian informasi baru, tetapi hanya mengambil saja informasi-informasi yang dikumpulkan oleh media cetak.

Para blogger atau citizen journalis dipandang tidak ada yang mau mengumpulkan dan mencari informasi dari gedung pengadilan, kantor polisi, atau tempat publik lain, tetapi mereka hanya mengambil berita-berita dari media cetak. Ini dipandang akan berpotensi membahayakan komunikasi politik dalam demokrasi di Amerika. "Dalam sepuluh sampai 15 tahun mendatang, kita akan menemui korupsi merebak di negara bagian maupun dalam politik lokal, karena tak ada lagi media massa yang melakukan investigasi" ujar David Simon, bekas The Sun reporter. Merebaknya jurnalisme media online yang biasanya hanya mampu menampilkan berita yang pendek, dan ringkas, dipandang menjadi penyebab semakin sulitnya mendapatkan artikel indepth reporting.

Pendapatan iklan media cetak di Amerika juga terus-menerus disedot oleh media online. Sehingga banyak koran di Amerika yang bangkrut. Catatan statistik, sepanjang 2008, industri koran Amerika terpaksa harus melepas sekitar 41.000 tenaga kerja, dan sekitar 9.000 lowongan kerja di industri koran hilang dari awal 2009 sampai sekarang.  Lima koran besar tutup sejak akhir tahun lalu sampai bulan ini. Termasuk koran The News yang terpaksa harus memecat banyak karyawannya. "Kita semakin skeptis untuk mendapatkan in-depth reporting tanpa iklim industri suratkabar yang lebih sehat," ujar senator Kay Bailey Hutchinson.

WAHYUANA