Infografis
Amien-Soetrisno Akan Dipertemukan
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sejumlah Pengurus Wilayah dan Daerah Partai Amanat Nasional mengupayakan Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amien Rais dan Ketua Umum Soetrisno Bachir bertemu menyelesaikan konflik internalnya. "Kami akan melakukan mediasi kepada tokoh-tokoh yang terlibat pro dan kontra hasil rapat kerja nasional mulai malam ini," kata Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Wilayah Jawa Timur Agus Maimun di Rumah PAN kemarin.
Rapat Kerja Nasional PAN di Yogyakarta memicu konflik antara Amien dan Soetrisno. Rapat Kerja memutuskan nama tokoh yang diusung dan arah koalisi PAN. Pendukung Soetrisno menganggap Amien tak melaksanakan kesepakatannya dengan Ketua Umum. Sesuai kesepakatan nama tokoh dan arah koalisi kembali dibahas di Rapat Kerja Nasional di Jakarta 9 Mei lalu.
Rapat di Jakarta batal digelar. Namun Soetrisno sempat menyatakan opsi mundur dari jabatan ketua umum. Namun pengurus meminta Soetrisno bertahan. Bahkan, menurut politikus PAN pendukungnya, Sayuti Asyhatri, Soetrisno akan melakukan perlawanan terhadap hasil Rapat di Yogyakarta. "Sampai sekarang hasil rapat Yogyakarta belum diteken ketua umum," kata dia.
Upaya mempertemukan kedua tokoh ini didukung pengurus wilayah dari Sumatera Utara, Jawa Timur, Bangka Belitung, Tasik, Bengkulu dan Banten. Maimun mengklaim dukungan juga datang dari sejumlah pengurus daerah antara lain, 38 dari Jawa Timur, 18 dari Jawa Barat, 15 dari Jawa Tengah, Nusa Tenggara Barat, Banten, DKI Jakarta, Bengkulu, dan Sumatera Utara.
Menurut Maimun, PAN harus solid dan utuh dalam menghadapi hajatan pemilihan presiden dan wakil presiden. Rapat Konsolidasi semestinya menjadi media konsolidasi, bukan ajang memecah belah partai. "Sehingga kami mengajak semua DPW dan DPD menjaga soliditas partai."
Sejumlah pengurus daerah mendukung Soetrisno Bachir tetap memimpin PAN hingga akhir masa jabatan sesuai amanat kongres Semarang. Desakan supaya Soetrisno Bachir mundur dengan cap jempol darah dan sujud syukur merupakan sikap kontra produktif. "Ini keprihatinan kami, yang justru akan memecah partai," katanya.
EKO ARI WIBOWO







Web via