Peringati Reformasi, Mahasiswa Rebut Gedung Sate

TEMPO Interaktif, BANDUNG:--Kelompok mahasiswa memperingati 11 tahun jalannya reformasi dengan aksi "merebut" Gedung Sate, Bandung. Belasan mahasiswa dalam aksi unjuk rasanya, mendorong-dorong polisi yang berbaris menjaga gerbang Gedung Sate.

Aksi teatrikal itu dilakukannya untuk memperingati aksi mahasiswa di bulan Mei, belasan tahun lalu, yang dilakukan dengan merebut gedung itu sehari setelah tertembaknya 4 mahasiswa Trisakti di Jakarta.

Juru bicara pengunjuk rasa, Presiden BEM Unpad Ahmad Fakhrudin Isfron mengatakan, selama sebelas tahun ini, agenda reformasi mati suri. "SBY-JK gagal melaksanakannya ," katanya.

Buktinya, katanya, dalam lima tahun pemerintahan mereka, hutang luar negeri tercatat mencapai Rp 900 triliun. Dia membandingkannya dengan hutang yang dikumpulkan rezim Soeharto selama 32 tahun berkuasa yang hanya mewariskan Rp 1.500 triliun saja.

Hutang itu, bukti hwa agenda reformasi telah gagal. "Agenda reformasi terbuang sia-sia, harusnya pemerintah lebih mapan dan mandiri terhadap asing," kata Ahmad.

Kebijakan rezim SBY-JK dinilai kelompok itu hanya menelurkan kebijakan yang pragmatis. Dia mencontohkan, kebijakan BLT yang tidak mencerdaskan. Kebijakan model itu, lanjutnya, yang mebuat rakyat mudah dibodohi.

Para mahasiswa itu menuntut pemerintah agar menolak intervensi asing, menjalankan reformasi birokrasi, serta memberantas KKN (Korupsi Kolusi dan Nepotisme).

Dalam aksinya, mereka membawa keranda yang ditempeli poster bertuliskan "Reformasi Telah Mati Suri". Keranda itu sengaja dibawa sebagai simbol agenda reformasi telah mati suri.

AHMAD FIKRI