Kapal Asing Mulai Ramaikan Perairan Batam

TEMPO Interaktif, Batam: Puluhan kapal kargo asing yang selama ini berlabuh di Singapura kini beralih ke perairan Pulau Galang, Kepulauan Riau, sekitar 60 kilometer dari pusat Kota Batam. Jumlah kapal kargo asing yang bersandar di perairan Indonesia meningkat seiring dengan ditetapkannya Batam sebagai kawasan perdagangan bebas.

Anggota Badan Pengusahaan Batam, Ir I Wayan Subawa, menjelaskan, kapal-kapal asing itu berlabuh berhari-hari lamanya karena kesulitan mendapatkan muatan untuk kembali ke negara asal masing-masing. "Kan rugi jika kapal kosong," kata Wayan. Setelah kapal tersebut berisi muatan, mereka melanjutkan perjalanan.

Menurut Subawa, semakin banyak kapal kargo berlabuh di Batam akan menambah pendapatan bagi pemerintah setempat. Sebab, mereka akan ditagih untuk membayar jasa labuh, jasa kapal tunda, dan lain-lain. Ia menjelaskan, dipilihnya perairan Batam untuk berlabuh, selain karena harganya lebih murah, lantaran perairannya luas. Sedangkan lamanya berlabuh, ia melanjutkan, bergantung pada cepat-lambatnya mereka mendapatkan muatan. "Jadi tergantung agen masing-masing kapal," katanya.

Kepala Dinas Perhubungan Pemerintah Daerah Kepulauan Riau Nazaruddin belum dapat memastikan penambahan jumlah kapal dan lamanya kapal berlabuh di perairan Batam. "Saya sedang menghadiri musyawarah rencana pembangunan di Jakarta," kata Nasaruddin kemarin.

Juru bicara Pemerintah Kota Batam, Yusfa Hendri, mengaku belum mengetahui adanya kapal kargo asing yang berlabuh di perairan Batam. "Nanti saya cari tahu dulu," katanya. Namun, kehadiran kapal asing ini tak sepenuhnya disambut gembira. Para nelayan di sekitar Pulau Galang, Pulau Abang, dan Sijantung mengeluh atas kehadiran kapal kargo asing tersebut.

Menurut Wakil Ketua Bidang Perikanan Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Awaluddin Nasution, para nelayan tradisional itu khawatir keberadaan puluhan kapal kargo asing tersebut akan mengganggu aktivitas mereka mencari ikan.


RUMBALI DALLE