foto

Dok: Hotel Hilton



Sensasi Berwisata Tut-tut-tut

TEMPO Interaktif, Jakarta: Christine Hakim langsung menjatuhkan tubuh ke tempat tidur empuk di gerbong Nusantara, kereta api wisata Jakarta-Cirebon. Aktris kawakan itu leluasa rehat laiknya tinggal di hotel. Segar oleh penyejuk udara, di ruang tidur privat itu juga terdapat meja rias, wastafel, bahkan toilet kecil.

Beberapa waktu lalu, dalam perjalanan ke Kota Udang, Cirebon, Christine menumpahkan sukacitanya menikmati perjalanan indah nan mengesankan di kereta wisata. "Aku suka traveling ke daerah. Kesempatan berkereta wisata begini membuatku nyaman tidak khawatir menempuh perjalanan sejauh apa pun," ucapnya bahagia kepada Tempo.

Hal sama juga dirasakan pasangan Viva dan Rudy, yang menggelar pernikahan di kereta wisata. "Ini pengalaman sekaligus kenangan tak terlupakan bagi kami, keluarga serta tetamu," ujar keduanya bersamaan.

Rudy menuturkan, selain unik, menikah di kereta yang melaju menawarkan sensasi seremonial yang tak lazim. Acara akad nikah bisa disaksikan keluarga terdekat dari ruang lounge. Adapun para tamu, kerabat, dan kolega bisa tetap menyaksikannya lewat layar-layar televisi di gerbong lain. "Soal makanan bisa dipesan ke PT Kereta Api atau pihak mempelai yang menyediakan," ucap Rudy, yang enggan menyebut dana buat menikah unik ini.

Seusai akad nikah, sang mempelai menyambangi para tamu yang duduk nyaman di gerbong eksekutif. Lalu, bila acara seremonial kelar, penumpang bisa berlibur ke kota tujuan kereta.

Inilah sensasi naik kereta wisata Nusantara nan wah. Lega, lapang, eksklusif, dan nyaman. Maklum, "kasta"-nya lebih tinggi daripada kereta eksekutif reguler. Banyak cerita serasa terungkap di gerbong itu.

Direktur Jenderal Pemasaran Departemen Kebudayaan dan Pariwisata Sapta Nirwanto mengatakan wisata kereta api istimewa ini adalah bagian dari strategi pemasaran dengan menggiatkan dan mempromosikan obyek-obyek wisata. Dia menilai hal ini bisa menjadi solusi bagi kalangan berduit yang mengutamakan kenyamanan dan eksklusivitas.

Sapta menjelaskan, kereta mewah ini memang untuk memanjakan penumpang dengan rute yang disesuaikan dengan keinginan konsumen. Untuk menikmati gerbong berkelas VIP ini, dipatok harga tertinggi tarif kereta. Untuk Jakarta-Cirebon, tarif gerbong kereta wisatanya berkisar Rp 6 juta dengan kapasitas hingga 25 penumpang. Untuk perjalanan ke Jakarta-Surabaya, harga sewa gerbongnya sekitar 20 juta.

Sebelumnya, kereta wisata ini cuma bisa dinikmati presiden, menteri, dan pejabat teras negara. Namun, sejak tiga tahun lalu, terbuka bagi siapa pun yang ingin menikmati tetirah di atas rel ini.

"Setahu saya sudah terbuka jalur Bandung, Cirebon, Pekalongan, juga daerah lain nantinya," imbuh Sapta. Di Solo, dalam hitungan bulan akan ada kereta wisata Punokawan. Lalu di Sumatera Selatan, tersedia Kereta Sultan. Dan di Sumatera Barat, ada jalur ke Lembah Anai dan Pantai Pariaman.

Saat perjalanan Jakarta-Bandung akhir bulan lalu, aura gerbong yang digandeng rangkaian kereta Argo Gede memang membuat Tempo seolah tak berada dalam sebuah kereta. Desain interior dan pernak-perniknya pun berbeda.

Dari sofa yang empuk dan nyaman hingga keindahan seni dan budaya berupa ukiran dari berbagai pelosok Nusantara yang menempel di dinding gerbong. Luar biasa. Belum lagi hiburan dari layar plasma (LCD) besar, lengkap dengan fasilitas karaoke, DVD, serta organ tunggal.

Sore itu Tempo dan teman lain sepakat menengok aksi Nicolas Cage dalam film National Treasure. Ruang yang sejuk oleh AC dan empuknya sofa serta bantal sungguh melenakan. Terlebih ditemani secangkir teh hangat dan kudapan lezat yang disajikan oleh pramugara-pramugari kereta yang dibawa dari mini bar.

Wah, benar-benar menyenangkan. "Serasa jadi Mayang Sari nih," celetuk seorang rekan. Ingin variasi? Tersedia balkon VIP. Di area itu seorang rekan yang lain tampak betah menikmati panorama luar dengan leluasa.

Kepala Humas PT Kereta Api Daerah Operasi I Ahmad Sujadi mengatakan, selain kereta wisata Nusantara, pihaknya memiliki tiga kereta wisata lainnya, yakni kereta wisata Bali, kereta wisata Toraja, dan yang terbaru adalah kereta api Joko Kendil. "Fasilitasnya sama, hanya ukiran interior dan kapasitasnya berbeda," kata Ahmad kepada Tempo. Kapasitasnya berjumlah 16 hingga 30 orang.

Untuk menikmati perjalanan yang nyaman, unik, dan menarik ini. Anda kudu merogoh kantong cukup dalam. Pasalnya, untuk sekali jalan rute Jakarta-Bandung yang ditempuh selama tiga jam, Anda harus menyiapkan Rp 8,9 juta. Jumlah yang setara sebagai gaya hidup nan eksklusif.

Penasaran? Nah, nikmati sensasi berwisata tut-tut-tut... siapa hendak turut....

HADRIANI P (Cirebon, Pekalongan)/S IKA SARI (Bandung)