Sikap Para Petinggi PAN Tetap Tak Bulat

TEMPO Interaktif, Jakarta: Meski secara resmi menyatakan dukungannya terhadap pasangan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, sikap para elite partai politik yang masih main mata dengan calon presiden-wakil presiden lain menuai kritik dari partai pendukung lainnya. “Mereka tidak istiqomah (konsisten),” kata Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa Lukman Edy saat dihubungi kemarin.

Menurut Lukman, anggota partai pengusung Yudhoyono-Boediono seharusnya tak bersikap mendua dalam memberikan dukungan. Ia membandingkannya dengan PKB. “Kami sudah bulat mendukung SBY-Boediono,” ujarnya. Anggota PKB, dia melanjutkan, dilarang mendukung calon lain.

Tokoh-tokoh partai pendukung Yudhoyono-Boediono yang dikabarkan membelot itu antara lain Dradjad H. Wibowo dan Alvin Lie dari Partai Amanat Nasional, serta Lukman Hakiem dari Partai Persatuan Pembangunan. Fahmi Idris dari tim kampanye Jusuf Kalla-Wiranto mengakui bahwa mereka bahkan ditunjuk menjadi juru bicara tim pemenangan.

Dalam beberapa kesempatan, Dradjad secara terbuka menyatakan pendapatnya yang tak sama dengan sikap resmi partainya. “Pencalonan Boediono bertentangan dengan hasil rapat kerja nasional.”

Selain oleh jajaran elite, pembelotan di PAN juga dilakukan oleh sejumlah perngurus partai di daerah. “Pengurus pusat salah memilih (Yudhoyono-Boediono),” kata Ketua Majelis Pertimbangan PAN Tangerang Samlawi. Ia menyatakan hal itu di kediaman Megawati Soekarnoputri di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, kemarin.

Samlawi datang bersama delapan pengurus partai tingkat kecamatan di Tangerang. Ia mengklaim ada 13 pengurus kecamatan yang menyatakan siap mendukung pasangan Megawati-Prabowo.

Lukman Hakiem membenarkan bahwa dirinya memberikan dukungan kepada pasangan Kalla-Wiranto. “Saya punya ikatan emosional dengan JK. Orangnya spontan dan lebih merakyat,” katanya. Menurut dia, ia telah meminta izin kepada partainya untuk bersikap berbeda.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Marzuki Alie tak mempersoalkan adanya sejumlah fungsionaris partai pendukung yang punya sikap berbeda. “Yang penting, partai mereka secara resmi mendukung SBY-Boediono,” katanya.

ANTON SEPTIAN . DWI RIYANTO