Infografis
Pemerintah Ingin Kurangi Konsumsi Solar Kereta Api
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah mengusulkan mengurangi konsumsi bahan bakar solar PT Kereta Api Indonesia sebesar sepuluh persen tahun depan. Hal tersebut bertujuan untuk membantu menekan beban subsidi dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara 2010.
"Pengurangan itu bisa ditujukan untuk kereta api kelas bisnis dan eksekutif," ucap Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi Tubagus Haryono, Senin (25/5) dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat RI di Jakarta.
Ia mengatakan, volume solar pada 2010 akan turun dibandingkan tahun sebelumnya, dari 11,605 juta kiloliter menjadi 11,250 juta kiloliter. Sementara untuk volume premium bersubsidi akan naik tahun depan, dari 19,444 juta kiloliter menjadi 21,454 juta kiloliter. "Kenaikan terjadi karena pertumbuhan ekonomi akan mencapai 4,1 persen dan konsumsi premium terus meningkat," katanya.
Tubagus menilai kenaikan konsumsi premium mulai meningkat pada kuartal pertama 2009 yang naik 6,29 persen menjadi 4,897 juta kiloliter dibanding periode sama tahun sebelumnya. "Permintaan meningkat karena jumlah kendaraan bermotor terus bertambah," ujarnya.
Melihat kondisi ekonomi tahun depan, pemerintah juga mengusulkan perkiraan harga Indoensia Crude Price menjadi US$ 50 hingga US$ 70 per barel. "Pertumbuhan ekonomi dunia tahun depan dan mulai positif sehingga permintaan minyak akan meningkat," ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Departemen Energi Evita Legowo.
Ia menilai perdagangan minyak di pasar komoditas dunia akan meningkat seiring perbaikan ekonomi, sementara volume cadangan produksi Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan turun. "Oleh karen itu, harga ICP akan naik dibandingkan tahun ini sekitar US$ 40 hingga US$ 60 per barel," katanya.
SORTA TOBING
Web via