Daerah Berpeluang Gaet Bantuan Terumbu Karang

TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Numberi meminta pemerintah daerah berkreasi untuk menciptakan kegiatan yang menyerap dana bantuan hasil Coral Triangle Initiatives yang diteken pada Konferensi Kelautan Dunia di Manado, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu.

"Daerah yang harus proaktif. Tinggal daerah yang mendesain apa kegiatannya," ujar Freddy dalam evaluasi Konferensi Kelautan Dunia atau World Ocean Conference dan Inisiatif Segitiga Terumbu Karang atau Coral Triangle Inisiative (CTI) di Jakarta, Senin (25/5).

Menurut Freddy, jika pemerintah daerah mampu menangkap peluang akan menaikkan nilai ekonomi dan tenaga kerja. Freddy mengatakan komitmen pendanaan berasal dari enam negara dan lembaga donor.

Pendonor tersebut antara lain dari Amerika Serikat sebesar US$ 1,6 juta atau Rp 16 miliar, Australia US$ 1,5 juta (Rp 15,4 miliar), Indonesia US$ 5 juta (Rp 5,15 miliar), Filipina US$ 5 juta (Rp 5,15 miliar), Malaysia US$ 1 juta (Rp 1,03 miliar), Papua Nugini US$ 2 juta (Rp 2,05 miliar), dan lembaga GEF US$ 63 juta (Rp 648 miliar).

Freddy mengatakan masyarakat bisa membuat kegiatan dengan mengambil tema dari aktifitas tersebut. Lembaga swadaya masyarakat didorong untuk melakukan kegiatan dan diawasi oleh pemerintah. Dia mencontohkan program budidaya rumput laut dalam skala besar di Nusa Tenggara Timur.

Freddy juga mengatakan contoh kegiatan lainnya melalui pelatihan remaja menjadi penyelam sekaligus menanam batu karang, pemeliharaan laut, dan pantai. "Jika butuh perahu duitnya dari situ, anak-anak muda pengangguran juga bisa diberdayakan," ujarnya.

Freddy mengatakan, negara-negara anggota CTI akan segera membahas sekretariat dan mekanisme pendanaan untuk aksi nasional masing-masing negara. Menurut dia, jika program ini berhasil maka akan menarik pendanaan dari Bank Dunia (World Bank) dan Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank).

DIAN YULIASTUTI