Topik
Revitalisasi Kereta Api Dilakukan Secara Bertahap
TEMPO Interaktif, Jakarta: Revitalisasi perkeretaapian dilakukan secara bertahap selama tiga tahun dari 2008-2010. Saat ini yang dilakukan adalah memperkuat jalur lintasan (rel), menganti bantalan dengan beton, memperbaiki kelokan, perkuatan jembatan, dan pergantian rel-rel tua.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Tundjung Inderawan mengatakan, revitalisasi ini salah satunya bertujuan untuk memperbesar volume batubara dari Tanjung Enim ke Tarahan,. "Juga untuk meningkatkan produktifitas angkutan batubara dari 7,1 juta ton menjadi 8 juta ton dan untuk tahun 2010 ditargetkan sekitar 9-10 juta ton," kata dia di Palembang, Sumatera Selatan.
Dalam rangka itu, Tundjung melanjutkan, akan dibangun beberapa stasiun baru seperti antara Tanjung Enim ke Prabumulih ada tiga stasiun, dan antara Baturaja ke Prabumulih juga dua stasiun baru. "Pembangunan ini untuk meningkatkan frekuensi lalulintas kereta api," ujarnya.
Dana revitalisasi perkeretaapian ini secara nasional mencapai Rp 19 triliun selama tiga tahun. Namun, biasanya yang direalisasinya masih kurang.
ARIF ARDIANSYAH





