.
Topik
Dunia Baru Sang Dokter
TEMPO Interaktif, Jakarta: Ketagihan bermain jazz dalam Java Jazz 2006 serta Jak Jazz 2007 dan 2008 bersama The Doctors Band, Dr Bramundito kembali menceburkan diri dalam kolam musik senada. Lewat album perdana bertajuk Dunia Baru, suguhan jazz berciri pop era 1980-an jadi pilihan lain di antara deretan jazz modern.
Selain menjadi basis di The Doctors Band, rupanya Dr Bram lihai mencipta lagu-lagu bertema cinta. Inilah "dunia anyar" yang juga digeluti dokter spesialis kandungan itu. Sebanyak 12 lagu pop jazz yang simpel dan easy listening dinyanyikan oleh lima penyanyi pop jazz. Mereka adalah Tompi, Ivan Nestorman, Netta K.D., Eka Meilianawati, dan Matthew Sayersz. Nama terakhir merupakan vokalis Barry Likumahua Project.
Bram memang menjadikan dunia musik sebagai gelutan baru di luar dunia kedokteran. Karena itu, dokter yang berpraktek di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta, ini mendaulat satu lagu instrumental jazz, Dunia Baru, karya Ade Hamzah sebagai nama album. "Padahal, 11 lagu lainnya ciptaan saya semua, tapi malah saya ambil lagu Ade sebagai judul album," ujarnya terkekeh.
Walau secara musikalitas tergolong easy, lagunya terasa manis. Dengan lirik cinta yang agak nakal, lagu Jangan Harap yang didendangkan Tompi serta Lama Kunanti lewat suara merdu Matthew bak menyapa dan membelai kalbu yang sedang kasmaran. Simak pula Bersemi di Bali, Gulana dan Takkan Ada Lagi Cinta, yang diusung Ivan Nestorman; Usai Sudah, yang dibawakan Netta K.D.; serta Potret Ibu, yang dilantunkan Eka Meilianawati.
Uniknya, album ini diaransemen oleh empat musisi lawas, yaitu Andy Bayou, Tohpati, Ade Hamzah, dan Yudhis GVG. "Sengaja (digarap oleh) empat arranger ini biar tiap lagu ada ciri khas tersendiri serta nggak jadi monoton dan membosankan," katanya.
Agaknya, nama Tompi diusung jadi magnet album ini. Kedekatannya dengan penyanyi pop jazz asal Aceh itu lantaran Tompi adalah juniornya kala duduk di bangku Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. "Waktu itu saya sudah ambil spesialis, Tompi masih jadi mahasiswa," kata Bram dalam peluncuran album tersebut di Score, Cilandak, Rabu dua pekan lalu.
Walhasil, Tompi pun bersedia melantunkan tiga lagu ciptaan Bram, yakni Jangan Harap, Andaikan, dan Bencana. Khusus Bencana, Bram sengaja meminta Tompi agar kisah tsunami Aceh itu terasa begitu terwakili.
Sebagai pencipta lagu, Bram mengaku tak ingin muluk. "Agak sulit memang membuat pencipta lagu terkenal kalau si penciptanya sendiri nggak nyanyi," katanya. Sebut saja deretan pencipta lagu terkenal, seperti Melly Goeslaw dan Dewiq, yang terlebih dulu dikenal sebagai penyanyi. "Tapi memang saya tidak terlalu berharap tinggi," katanya. Album ini sebenarnya telah dirilis terbatas pada November 2008 sebanyak 3.500 kopi.
AGUSLIA HIDAYAH