Topik
Infografis
Polisi Kejar Pelaku Pembakaran Masjid Ahmadiyah
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kepolisian Sektor Kebayoran Lama telah memegang ciri-ciri dua orang yang diduga sebagai pelaku pembakaran Masjid Al-Hidayah milik jemaah Ahmadiyah. Ciri-ciri itu didapat setelah polisi meminta keterangan tujuh orang saksi mata.
Kepala Polsek Kebayoran Lama Komisaris Makmur Simbolon mengatakan pihaknya kini masih terus mengejar pelaku berdasarkan ciri-ciri tersebut. Sayangnya, Makmur enggan merinci lebih. "Rahasia," katanya pada wartawan, Rabu (3/6), di kantornya. Dia hanya mengatakan kedua pelaku yang diduga membakar masjid mempunyai jenggot.
Berdasarkan keterangan dari saksi itulah polisi kini melakukan pengejaran. Pengejaran juga melibatkan keterangan dari sejumlah organisasi kemasyarakatan dan keagamaan yang berada di wilayah Kebayoran Lama. "Semua organisasi kita tanya apakah memiliki anggota seperti keterangan saksi," ujar Makmur.
Masjid Al-Hidayah yang terletak di Jalan Ciputat Raya, Gang Sekolah Negeri 18, RT 01 RW 01, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, dibakar orang tidak dikenal pada Selasa (2/6). Kedua pelaku membakar bagian gudang masjid yang terletak di lantai dua. Peristiwa itu terjadi saat delapan orang jemaah Ahmadiyah tengah khusyu melakukan salat subuh.
Berdasarkan pantauan Tempo pada Rabu (3/6) siang, suasana masjid pasca pembakaran terlihat sepi. Gerbang dan pintu masuk masjid pun tergembok rapat. Namun di halaman masjid terlihat lima sepeda motor jamaah yang terparkir. Ketika Tempo hendak masuk, dari arah jendela, seorang jamaah enggan memberi izin. "Pengurusnya tidak ada," kata jamaah pria itu sambil menutup kaca jendela.
Meski ditutup rapat, pengurus sempat mengumandangkan azan ketika waktu salat zuhur tiba. "Tapi, warga tidak bisa masuk," kata warga sekitar masjid Nurhadi, 40 tahun, pada Tempo. Manurut Makmur, pihaknya kini melakukan penjagaan terhadap masjid. Selain demi kepentingan penyelidikan, penjagaan juga dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Dari arah luar, pita kuning polisi sudah tidak lagi terlihat. Namun, tembok berwarna hitam bekas asap masih menghiasi pemandangan masjid.
Makmur berharap pihaknya bisa segera meringkus pelaku untuk mengungkap motif pembakaran masjid ini. Pasalnya, ada kemungkinan pelaku melakukan pembakaran karena motif politik dengan memanfaatkan momen menjelang pemilu. "Bisa saja orang yang bermain di air keruh," ujarnya.
AMIRULLAH