Topik
Nelayan Cilacap Keluhkan Pengurangan Pasokan Solar
TEMPO Interaktif, Cilacap: Ribuan nelayan Cilacap mengeluhkan pengurangan pasokan solar bagi kebutuhan mereka melaut. Mereka terpaksa membeli solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum yang berharga lebih mahal, sehingga mengakibatkan bertambahnya ongkos produksi. “Biasanya kami membeli di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan,” kata Ketua II Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cilacap, Indon Cahyono, Jumat (5/6).
Indon mengatakan nelayan sudah mengajukan permintaan ke Pertamina untuk menambah pasokan solar bagi nelayan. Dulu, kata dia, setiap harinya nelayan Cilacap dipasok 56 ribu liter. Namun, sejak sebulan lalu, nelayan hanya di beri jatah solar sebanyak 32 ribu liter solar tiap hari. “Kami harus mencari solar ke SPBU,” imbuhnya.
Ia mengatakan, jika dibandingkan dengan jumlah nelayan di Cilacap, maka pasokan tersebut tidak sebanding. Menurut Indon, saat ini di Cilacap ada 23 ribu nelayan kecil. Rata-rata mereka membutuhkan 200 liter solar untuk sekali melaut. Sedangkan untuk kapal besar, setidaknya dibutuhkan 60 ribu liter setiap melaut. “Kapal besar ini, mencari ikan selama tiga bulan,” katanya.
Selain menambah pasokan, Indon juga meminta diaktifkannya kembali SPBN di Cilacap. Dari empat SPBN, saat ini hanya satu SPBN yang masih beroperasi. Sementara Ketua KUD Mino Saroyo Cilacap Untung Jayanto juga mengakui menurunnya pasokan solar mempengaruhi operasional para nelayan. Nelayan harus pergi dulu mencari solar ke kota dan menambah ongkos jalan. “Kami juga meminta adanya penambahan pasokan sehingga kebutuhan nelayan bisa seluruhnya dicukupi dari SPBN yang ada,” tambahnya.
ARIS ANDRIANTO