indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

TNI AD: Tak Ada Pergeseran Patok Perbatasan


TEMPO Interaktif, Sebatik:TNI Angkatan Darat menyatakan tidak ada pergeseran patok di perbatasan Indonesia-Malaysia, khususnya di wilayah Sebatik, Kabupaten Nunukan Kalimantan Timur. Patok batas negara permanen yang terpasang berjumlah 18 membentang dari Timur hingga barat tetap pada posisi semula.


Kepala Penerangan Komando Daerah Militer (Kodam) VI Tanjungpura, Kalimantan Letnan Kolonel CZI Bagus Hardito menyatakan sanagt tidak mudah menggeser patok perbatasan yang telah terpasang seperti sekarang ini. Menurutnya, semua urusan yang menyangkut patok batas negara selalu melalui perundingan kedua negara. "Tidak ada pergeseran patok perbatasan di Sebatik," kata Bagus saat dihubungi dari Sebatik, Minggu (7/6).


Sebelumnya tentara Malaysia memancang kayu sebagai alat bantu ukur yang menjorok ke wilayah Indonesia. Bagus menyatakan pemasangan itu telah berkoordinasi dengan TNI.
"Itu bukan patok, tapi sebagai alat bantu ukur, anggota kami kan turut mendampingi saat tentara Malaysia mengukur," katanya.

Tapi belakangan tentara pengamanan perbatasan (Pamtas) TNI AD mencabut kembali kayu-kayu yang sebelumnya disapang sebagai alat bantu ukur tadi.

Berdasarkan pantauan di Sebatik, patok permanen yang menjadi batas kedua negara masih terpasang di tempat semula. Kayu sebagai alat bantu ukur terdapat di Desa Pancang, Sebatik Indonesia dan Kampung MElayu, Sebatik Malaysia. Lokasi yang bersengketa berada di antara patok Timur dan patok I, yang berjarak 2 kilometer.

Diantara kedua patok ini memang tak terlihat tanda-tanda sebagai garis perbatasan. Diareal persawahan ini warga mengaku tak pernah tahu persis garis yang memisahkan kedua negara.

Di Sebatik, terdapat 18 patok batas yang terpasang disepanjang 25 kilometer. Setiap patok berjarak 2 kilometer.
Warga mengharapkan adanya penambahan patok batas negara, terutama yang telah menjadi pemukiman warga.

FIRMAN HIDAYAT

Komentar (1)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Ada beberapa metodologi penentuan batas wilayah suatu negara, diantaranya adalah titik ordinat, patok, tanda alam dan kesepakatan bersamalainnya. Patok dan tanda alam sangat mungkin berubah namun titik ordinat tidak akan dapat dirubah dan berubah karena telah disepakati bersama. Permasalahannya kenapa isu ini muncul saat akan pemilu, kenapa ga dari sejak dulu kebijakan pengelolaan wilayah perbatasan diganti, bukan dgn pendekatan keamaan tapi kesejahteraan dan pembangunan
Wajib Baca!
X