Jambi Klaim Miliki Bukti Kepemilikan Pulau Berhala

TEMPO Interaktif, Jambi: Provinsi Jambi mengklaim memiliki bukti-bukti kuat terhadap kepemilikan Pulau Berhala yang saat ini sedang diperebutkan dengan Provinsi Kepulauan Riau. "Kita tetap yakin Pulau yang berada di ujung Timur Pulau Sumatera itu akan menjadi milik Jambi", kata Ali Ridho, Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Jambi, kepada Tempo, Selasa (9/6).

Bila dilihat dari sejarah dan letak geografis pulau tersebut, menurut Ali, tidak bisa lagi disangkal memang pulau ini milik Provinsi Jambi. "Tidak benar jika Gubernur Kepulauan Riau menyatakan Pemerintah Provinsi Jambi mengada-ada tentang bukti yang dimiliki Jambi, seperti dimuat Koran Tempo, Sabtu pekan lalu", ujarnya.

Gubernur Kepulauan Riau menyatakan, jika bukti sejarah di atas Pulau Berhala terdapat kuburan Datuk Paduka Berhala (bukan Orang Kayo Hitam), merupakan Raja Jambi pada jaman dulu, itu hanya mengada-ada.

Dikatakan Ali, baik Pemerintah Provinsi Jambi maupun Provinsi Riau memiliki bukti. Tapi menyangkut adanya kuburan Datok Paduka Berhala memang benar adanya, dan itu merupakan bukti nyata memang dari dulu pulau tersebut milik Jambi.

Tidak hanya itu, berdasarkan prasasti yang dibuat Kolonial Belanda sewaktu menjajah Indonesia, hingga kini masih terbaca dan menyatakan Pulau Berhala berada dalam wilayah Provinsi Jambi.

Sebelum pulau ini ditetapkan sementara waktu status quo oleh pemerintah pusat, pemerintah Provinsi Jambi sudah banyak membangun fasilitas umum untuk kebutuhan warga yang bermukim disana, seperti gedung Sekolah dasar, Musholah, Puskesmas, Rumah Singga dan berbagai fasilitas lainnya.

Pemerintah Provinsi Riau juga mngklaim hal yang sama, karena setelah terjadi pemekaran Provinsi Kepuluan Riau dari Provinsi Riau pada tahun 2002, berbagai fasilitas dibangun di pulau ini, karena memang sebagian penduduk bermukim disana berasal dari warga Kepulauan Riau.

Pemerintah Provinsi Jambi saat ini telah membentuk tim Lima, bertugas memperjuangkan agar Pulau Berhala ini diakui pemerintah pusat sebagai milik Jambi. Lima orang yang tergabung dalam tim Lima ini diambil dari berbagai lapisan, mulai dari Ketua Adat Melayu Jambi, tokoh pendidikan dan kalangan birokrat Provinsi jambi. Kelima orang tersebut terdiri dari Hasip Kalimudin Syam, Prof Rozali Abdullah, Fahrudin Saudagar, Junaidi T Nur dan Syafrudin Effendi.

SYAIPUL BAKHORI