Sekitar 500 TKI Dipulangkan Karena Krisis Ekonomi Global

TEMPO Interaktif, Malang: Selama lima bulan terakhir, sebanyak 500 tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Kabupaten Malang yang dipulangkan atau interminit. Sebagian besar dipulangkan karena majikannya tak mampu membayar upah, setelah dipecat dari pekerjaannya. Sebab, kini banyak perusahaan di Korea Selatan, Hong Kong, Singapura, Malaysia dan Taiwan yang pailit dilanda krisis ekonomi global.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Kabupaten Malang, Jaka Ritamtama mengatakan selain majikan tak mampu membayar, juga karena sakit, majikan meninggal serta beragam alasan yang lain. Akibatnya, kini jumlah pengangguran di Kabupaten Malang kembali meningkat karena banyak TKI yang dipulangkan. "Setelah dipulangkan para TKI ya menganggur," katanya, Kamis (11/6).

Akibat krisis ekonomi global, jumlah keberangkatan TKI asal Kabupaten Malang pada 2009 diperkirakan merosot. Utamanya, tenaga kerja untuk bidang informal seperti tata laksana rumah tangga. Penyebabnya, semakin mahalnya biaya untuk keberangkatan ke luar negeri. Setiap calon TKI harus menyediakan dana sebanyak Rp 6,5 juta. Selain itu, resiko pekerja tata rumah tangga terhadap ancaman kekerasan juga semakin tinggi.

"Banyak TKI yang takut kembali karena mengalami kekerasan," katanya. Selain itu, banyak TKW asal Kabupaten Malang yang tak kembali berangkat menjadi TKW karena sebagian upahnya tak terbayar. Kini, perempuan di Kabupaten Malang yang membatalkan keberangkatannya ke luar negeri. Mereka memilih menjadi buruh pabrik rokok, yang kini jumlahnya mencapai 300-an tersebar di seluruh daerah.

Selain itu, penurunan jumlah TKI juga disebabkan banyaknya perusahaan tujuan TKI yang pailit sehingga melakukan mengurangi pekerja asal luar negeri. Pemutusan hubungan kerja terjadi di sejumlah perusahaan yang terkena dampak langsung krisis ekonomi global. Terbesar pemutusan hubungan kerja terjadi di sektor manufaktur.

Pada 2007 TKI yang berangkat dari Kabupaten Malang sebanyak 4.529 orang, sedangkan 2008 naik menjadi 5.584 orang. Sedangkan kiriman uang TKI pada 2007 sebanyak Rp 107 miliar sedangkan 2008 sebanyak Rp 95,08 miliar. Jumlah kiriman TKI menurun karena banyak TKI yang berangkat sebelumnya kembali ke tanah air.

Ia juga mengingatkan agar calon TKI berhati-hati dalam memilih perusahaan pengerah jasa tenaga kerja, sebab kini banyak penipuan terhadap calon TKI. Apalagi, untuk sejumlah tujuan yang hanya dilakukan berdasar kesepakatan antar pemerintahan seperti tujuan kerja di Korea dan Jepang. "Awas tertipu, sebab sejumlah iklan perusahaan pengerah tenaga kerja menyebut tujuan Korea dan Jepang," jelasnya.

 

EKO WIDIANTO