indonesia
INDONESIA
english
ENGLISH
rss
twitter
facebook
youtube
youtube
youtube

Korban Waterboom Siswa TK Al Azhar Syifa


TEMPO Interaktif, Bandung: Rizwan Husein Saputra, bocah berusia lima tahun yang ditemukan tewas tenggelam di kawasan wisata Waterboom Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, Sabtu (13/6), adalah anggota rombongan TK Al Azhar Syifa Parahyangan, Cimareme, Kabupaten Bandung Barat. Rizwan adalah salah seorang siswa di taman kanak-kanak itu.

"Rizwan bersama ibu dan kakaknya berangkat dari rumah hari Sabtu sekitar jam 07.00 pagi untuk ikut rombongan TK Al Azhar (Syifa Budi Parahyangan) ke Jakarta," kata Arif (16), paman korban, saat ditemui di rumah duka di Kompleks Permata Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (14/6) siang.

Ada pun Apep, ayah korban, kata dia, tidak ikut ke Jakarta karena sedang sakit. Sekitar pukul 13.00, Apep mendapat telepon dari Heni, ibu korban, bahwa Rizwan meninggal karena kecelakaan. "Saat itu juga Pak Apep langsung menyusul ke Jakarta," kata Arif.

Seperti diketahui, Rizwan ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa di kolam renang khusus anak Waterboom Sabtu (13/6) siang sekitar pukul 12.45 WIB. Korban tewas diduga karena tenggelam. Mayat korban sempat divisum di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Rizwan adalah bungsu dari dua anak pasangan Apep dan Heni. Ia berwisata ke Waterboom Indah Kapuk bersama ibunya, Heni, dan kakaknya, Reza Hasan (9).

Jasad Rizwan tiba di rumah duka Jalan Berlian V3 Kompleks Permata Cimahi, Kabupaten Bandung Barat pada Sabtu tengah malam. "Setelah dimandikan dan disalatkan, (korban) langsung dibawa ke Banjar sekitar jam 02.00 (Minggu 14/6) untuk dimakamkan," kata Arif.

Rizwan dimakamkan di tempat pamakaman di kawasan Banjar Kolot, Kota Banjar, Jawa Barat, Minggu (14/6).

Saat Tempo menyambangi rumah duka di Kompleks Permata Cimahi Jalan Berlian Nomor V3 Kabupaten Bandung Barat, keluarga sudah membawa jenazah korban ke Banjar. Rumah duka kini memang hanya ditunggui Arif bersama Entis (37), paman korban lainnya.

Arif mengaku belum mengetahui kronologi peristiwa maut yang menimpa keponakannya itu. "Ibunya almarhum juga semalam belum sempat cerita karena masih shock," akunya. Ia juga belum tahu kapan kembali dari Banjar.

ERICK P. HARDI

Komentar (4)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
0
0
Turut berduka cita bagi keluarga korban. Mudah-mudahan almarhum diterima amal ibadahnya. Bagi keluarga dikuatkan dalam menghadapi cobaan ini. Untuk pihak pengelola, mudah-mudahan hal ini tidak terjadi lg di masa depan. Jangan hanya ingin meraup keuntungan saja. Tingktakan lagi segi pengamanannya!!!
0
0
Hanya mengingatkan, tiket Waterbom PIK yang mahal itu sudah termasuk asuransi kecelakaan dll. Jadi kepada pihak keluarga, jangan sampai lupa menagih kepada pihak Waterbom PIK. Uang tidak sebanding dengan nyawa buah hati tercinta, namun Waterbom PIK harus bertanggung jawab. Turut berduka cita untuk keluarga yang ditinggalkan.
0
0
PIK harus bertanggungjawab atas kejadian seperti ini, supaya kejadian seperti ini tidak terulang PIK harus secar profesional mengelolanya terutama masalah save guardnya....
0
0
wah itu water boom yg mahal kan...dimna petugas pengawasnya... secara itu tempat anak2 seharusnya setiap sisi kolam harus ada petugasnya... wah ga prof pik....
Wajib Baca!
X