Daya Beli Turun, Konsumen Beralih ke Ritel Modern

TEMPO Interaktif, Jakarta: Penurunan daya beli masyarakat akibat meningkatnya harga membuat masyarakat beralih ke ritel modern yang gencar melakukan promosi pemotongan harga.

Direktur Eksekutif Retail Measurement Services Nielsen, Teguh Yunanto mengatakan ritel modern sering memberikan promosi potongan harga yang menjadi daya tarik konsumen. "Harga di modern trade sedikit lebih murah karena selalu ada promosi, sedangkan pasar tradisional tidak ada," ujarnya dalam jumpa pers di kantor Nielsen Gedung Mayapada, Sudirman Jakarta, Selasa (16/6).

Nielsen melakukan pengumpulan data mingguan dari pembelian produk rumah tangga bermerek (Fast Moving Consumer Goods) untuk keperluan sehari - hari seperti minyak goreng, susu bubuk, shampoo, deterjen bubuk, mie instan, dan perawatan kulit. Survei dilakukan terhadap 2.800 rumah tangga di lima kota besar, yakni Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Medan. Dan 1.600 rumah tangga di pinggiran kota pulau Jawa selama Januari hingga April.

Teguh menuturkan dalam kuartal pertama 2009, total belanja produk rumah tangga bermerek mencapai Rp 32 triliun, meningkat 7,4 persen dibanding tahun lalu. Perdagangan ritell modern naik 13,4 persen sementara pasar tradisional hanya menunjukkan pertumbuhan 4,1 persen.

VENNIE MELYANI