PT Timah Targetkan Penjualan 50 Ribu Ton
TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Timah Tbk menargetkan penjualannya tahun ini mencapai 50 ribu ton, meski akibat resesi global tahun lalu terjadi penurunan permintaan timah sekitar lima hingga sepuluh persen.
Direktur Keuangan Timah Krishna Syarif mengatakan hal itu dalam konferensi persnya, Rabu (17/6) di Jakarta. "Namun, kami tetap optimistis target 50 ribu ton tercapai," kata Krishna, menegaskan.
Ia menambahkan, harga komoditas timah sudah berangsur-angsur pulih saat ini di posisi US$ 15 ribu per ton. Pada awal tahun harga sempat anjlok di posisi US$ 11 ribu per ton. "Mungkin semester kedua harganya akan di level US$ 14 ribu hingga US$ 15 ribu per ton," ucapnya.
PT Timah akan mengupayakan mengambil pasar spot untuk meningkatkan penjualannya jika harga terus membaik. Selain itu, perseroan juga akan menggenjot pangsa pasar di Amerika Utara.
Sekretaris Perusahaan Timah Abrun Abubakar mengatakan porsi pasar di wilayah tersebut masih sangat kecil. "Agak susah berkompetisi dengan pemasok dari Peru dan Bolivia untuk mengambil pasar Amerika Utara," katanya. "Tapi akan kami usahakan."
Penjualan perusahaan tambang pelat merah itu pada 2007 mencapai 58 ribu ton. Pada 2008 volume penjualan menurun menjadi 47 ribu ton akibat berkurangnya permintaan karena krisis global.
SORTA TOBING






Web via