Pemilik Bentoel Lepas Saham Incar Tambang

TEMPO Interaktif, Jakarta: Rajawali Group, mantan pemilik PT Bentoel Internasional Investama Tbk, mengaku tengah mengincar dua pertambangan setelah melepas seluruh sahamnya di Bentoel.

Managing Director Business Development Grup Rajawali Darjoto Setyawan mengatakan seluruh dana yang diperoleh dari penjualan kepemilikan, US$ 494 juta, akan digunakan untuk mengembangkan bisnis di pertambangan, perkebunan, dan properti. "Kami sudah identifikasi dua tambang dan siap berinvestasi," ujarnya dalam konferensi pers di Hotel Mulia, Rabu (17/6).

Namun dia menolak menjelaskan lokasi dan jenis pertambangan yang tengah diincarnya. Saat ini Rajawali telah memiliki tambang batubara. Darjoto mengatakan tak tertutup kemungkinan perusahaan akan membidik pertambangan di luar batubara.

Hari ini Bentoel mengumumkan akuisisi seluruh sahamnya --56,96 persen--kepada British American Tobacco. "Dengan penjualan ini kami punya modal yang cukup baik," kata dia.

Darjoto juga membantah jika pengembangan bisnis Rajawali terkait dengan kepemilikannya di PT Semen Gresik (Persero). Dia menjelaskan, saat ini Semen Gresik menunjukkan kinerja bisnis yang baik.

Mengenai utang Bentoel saat berada dalam kepemilikan Rajawali, Darjoto mengatakan baik utang obligasi sekitar Rp 1 triliun dan utang kepada PT Bank Central Asia Tbk bersifat clean atau tak ada jaminan apapun. "Utang di BCA adalah utang perusahaan sehingga tak ada urusan dengan pergantian pemilik," jelasnya.

 

RIEKA RAHADIANA