foto

www.facebook.com



Kritik Pedas Hardolino, Belum Seperti Iwan Fals

albumTEMPO Interaktif, Jakarta: Anda mungkin masih ingat lagu PHK dan Orang Pinggiran milik Iwan Fals. Lagu-lagu semacam itulah yang disuguhkan kelompok band bernama Hardolino. Menyuguhkan potret sosial, mereka seolah membelakangi arus pop masa kini yang lebih banyak bicara tentang cinta dan hal-hal sepele.

Tak mengherankan jika karya kelompok ini tak mudah diterima label. Dua lagu jagoan mereka, yakni Wardino serta Dia dan Dirimu, dianggap tak layak masuk dapur rekaman. "Alasannya karena bukan bercerita tentang selingkuh," ujar vokalisnya, Dana, dalam peluncuran album mereka yang bertajuk Wardino di Warung Apresiasi, Jakarta, pekan lalu.

Wardino merupakan lagu balada-reggae yang bercerita tentang seorang tenaga kerja Indonesia. Lirik lagunya sederhana, namun memiliki pesan jelas. Simak sepenggal bait lagu tersebut.

...Jika pulang/bawa apa/biar-biar saja/asal sehat/itu paling penting...

Lagu lain, seperti Hujan dan Hanya Ada di Sini, bahkan syairnya lebih tajam. Hujan bercerita tentang Jakarta yang kerap banjir, sedangkan Hanya Ada di Sini menyoal "keunikan" Indonesia yang terekam dalam lirik berikut ini: ...hanya ada di sini/naik mobil takut sama motor....

Hardolino digawangi Dana (vokal), Arda (gitar), Wandy (gitar), dan Wendy (piano). Tiga personelnya, Dana, Arda, dan Wandy, adalah keponakan Iwan Fals. Meski nama besar Iwan Fals masih sakti, toh karya mereka ditolak juga oleh label besar. Akhirnya, mereka bikin label sendiri bernama Adandi Tilurampak.

Dalam peluncuran albumnya, band itu unjuk kebolehan. Di panggung mini, beberapa nomor baru didendangkan, seperti Wardino, Dia dan Dirimu, Hujan, serta Hanya Ada di Sini.

Suara Dana yang keras terdengar cocok dengan lagu-lagu kritik pedas. Melodi dalam satu lagu pun bisa berubah-ubah. Diawali dengan alunan balada, lalu di bagian refrain bisa jadi reggae. Ditambah aransemen keyboard Wendy yang dinamis, musik band itu terkesan jalanan, liar, dan tidak-teratur, tapi tetap terdengar berisi.

Namun, Iwan Fals mengatakan karya Hardolino tak bisa dibandingkan dengan karyanya. "Keduanya tidak sama karena zamannya jelas beda," ujar Iwan. Ia juga mengaku tak pernah diikutsertakan dalam proses kreatif kelompok itu. "Mereka cuma saya fasilitasi sebuah studio buat rekaman."

AGUSLIA HIDAYAH