Api Sulit Padam, Hidrant Gedung BII Tak Sesuai Standar

TEMPO Interaktif, Surabaya: Sulitnya memadamkan api yang membakar Wisma Gedung BII Surabaya di jalan Pemuda Surabaya kemungkinan besar karena gedung tersebut tidak dilengkapi dengan hidrant air yang sesuai standart.

Hal ini sebagaimana yang didengar Tempo ketika mendengarkan percakapan antara beberapa petugas pemadam kebakaran yang melaporkan upaya pemadaman mereka kepada Kepala Bakesbang Linmas Kota Surabaya Sumarno.

“Pipa hidrant hanya 1,5 mili, padahal standartnya 2,5 mili. Kami sulit memadamkan, air yang keluar kecil sekali,” kata petugas tadi kepada Sumarno. “Saat ini kami mencoba memadamkan dari dua penjuru, tapi tetap saja sulit karena aliran air memang kecil,” tambah petugas tadi.

Tak hanya itu, sringkel (alat yang secara otomatis jika terkena asap akan mengeluarkan air) di gedung tersebut juga tidak berfungsi. “Springkel sudah kami pecahi, tapi tetap tidak mengeluarkan air,” terang petugas tadi.

Akibat tak berfungsinya springkel ini, api menurut petugas tersebut dengan mudah langsung membakar lantai di atasnya sehingga kebakaran saat ini setidaknya menghanguskan sebagian lantai 11, 12, dan 13.

Hanya saja, ketika Tempo mencoba mendetailkan percakapan tersebut, Sumarno buru-buru bilang jika informasi itu belum bisa dibenarkan. “Pastinya hidrant berfungsi, kami sulit memadamkan api karena gedungnya memang tinggi,” katanya singkat tanpa mau melanjutkan perbincangan.

ROHMAN TAUFIQ