Topik
Kunjungan Wisatawan ke Yogyakarta Diperkirakan Menurun
TEMPO Interaktif, Yogyakarta: Musim liburan sekolah kali ini membuat Daerah Istimewa Yogyakarta kebanjiran wisatawan. Namun jumlahnya diperkirakan tidak sebanyak wisatawan tahun kemarin. Pasalnya, kebijakan sekolah gratis dianggap membuat kepala sekolah negeri takut memungut biaya untuk tur.
"Sekolah yang mengadakan tur ke Yogyakarta kebanyakan sekolah swasta. Sekolah negeri takut mengadakan (tur) karena ada persepsi salah soal pungutan biaya yang digratiskan oleh pemerintah," kata Deddy Pranowo Eryono, Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Yogyakarta, Ahad (21/6).
Ia memprediksikan penurunan kunjungan wisata ke Yogyakarta hingga 20 persen dari kunjungan liburan tahun lalu. Sebenarnya, kata dia, kepala sekolah tidak perlu takut untuk memungut biaya tur. Sebab itu tidak melanggar peraturan.
Deddy menyimpulkan kepala sekolah negeri takut memungut biaya tur atas survei pihaknya setelah mengadakan pertemuan PHRI di Banyuangi beberapa waktu lalu.
"Pada liburan tahun kemarin, pihak hotel, baik kelas melati maupun bintang, sampai menolak tamu. Namun kali ini masih banyak beberapa hotel yang hanya terpenuhi 80 persen saja," kata dia.
Di Yogyakarta terdapat 34 hotel kelas bintang dengan 1200 kamar. Sedangkan hotel kelas melati terdapat 382 hotel dengan 8000 kamar. Namun hote-hotel kelas melati tidak semuanya masuk ke PHRI. Jumlahnya pun lebih dari 500 hotel termasuk homestay.
MUH SYAIFULLAH