Kantor Pos Surakarta Tak Dapat Order Pengangkutan Logistik Pemilu

TEMPO Interaktif, Surakarta: Kantor Pos Besar Surakarta saat ini tidak mampu mendapatkan order pengiriman logistik kampanye maupun logistik pemilu untuk pilpres Juli mendatang. Padahal dalam pemilu legislatif kemarin, mereka mampu mendapatkan banyak keuntungan dari penyediaan jasa pengangkutan barang.

“Memang pada pilpres ini jarang ada perusahaan percetakan di Surakarta yang mendapatkan tender pengadaan surat suara,” kata Kepala Kantor Pos Besar Surakarta, Ari Parnoto. Demikian pula yang terjadi pada pengusaha pembuat atribut kampanye. “Sepertinya semua logistik kampanye disediakan dari pusat,” katanya.

Berbeda dengan sewaktu pemilu legislatif lalu, pihaknya mendapatkan banyak order untuk melakukan pengiriman logistik pemilu maupun atribut kampanye. “Total nilai pengirimannya sekitar Rp 3,5 miliar,” kata Ari Parnoto. Banyaknya order pengangkutan tersebut dikarenakan banyak perusahaan percetakan berskala besar di Surakarta yang memenangkan tender pengadaan surat suara. “Selain itu pengusaha atribut kampanye juga laris,” kata Ari.

Dirinya menduga, perusahaan percetakan yang ada di Surakarta tidak begitu tertarik untuk mengikuti lelang tender pengadaan surat suara. “Mereka lebih tertarik mencetak buku yang keuntungannya lebih pasti,” kata Ari. Apalagi pemilu saat ini bertepatan dengan tahun ajaran baru, dimana permintaan terhadap buku pelajaran meningkat pesat.

Untungnya, saat ini banyak percetakan di Surakarta yang mendapatkan tender pengadaan Buku Sekolah Elektronik. “Dalam waktu dekat kita akan mengirimkan 1.500 ton buku ke Jawa Barat,” kata Ari Parnoto. Nilai pengirimannya sekitar Rp 400 juta. Order tersebut didapatkan dari lima perusahaan percetakan yang berada di Surakarta. “Tergabung dalam sebuah konsorsium,” katanya tanpa bersedia menyebuitkan nama perusahaan pengorder.

Sedangkan menurut Wakil Ketua Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) Surakarta, Ahmad Helmy Sadilah mengatakan, pengusaha percetakan di Surakarta memang tidak tertarik untuk mengikuti lelang tender pengadaan kartu suara dan formulir pemilihan. “Labanya hanya sedikit,” kata Helmy. Berbeda dengan pemilu legislatif lalu, sekitar sepuluh perusahaan percetakan skala besar di Surakarta ikut mencetak surat suara.

AHMAD RAFIQ