Suti 'Atun' Karno Belajar Jadi Pejabat pada Si Doel

Suti 'Atun' Karno Belajar Jadi Pejabat pada Si Doel

TEMPO/Gunawan Wicaksono

SutiTEMPO Interaktif, Tangerang: Artis sinetron Suti Karno, 43 tahun, mantab menjalani hidupnya setelah pindah haluan sebagai politikus. Ia sibuk belajar politik dengan menjadi kader PDI Perjuangan. "Guru besarnya" tak lain adalah Rano Karno, kakak kandungnya yang kini jadi pejabat: Wakil Bupati Tangerang.

Si Doel, tokoh yang diperankan Rano Karno dalam sinetron Si Doel Anak Sekolahan, sukses menduduki kursi wakil bupati lantaran diusung partai berlambang kepala banteng dengan moncol putih itu. "Aku harus banyak belajar sama dia," kata Suti saat ditemui Tempo pada acara Pembinaan dan Penyuluhan Satgas Antinarkoba di Islamic Center,Citra Raya,Tangerang, Selasa (23/6).

Hampir setiap kegiatan sosial Pak Wakil Bupati Tangerang, bintang sinetron ini selalu berada di samping sang kakak. Pelajaran apa yang dipetik Suti setiap acara serimonial pejabat?

Menurut Atun (peran Suti dalam Si Doel Anak Sekolahan), ia menjadi tahu bagaimana menghadapi orang banyak yang seringkali datang dengan tuntutan yang bermacam-macam kepada pejabat seperti kakaknya. Ia juga menjadi mengerti bagaimana seorang pejabat melayani rakyatnya.

Apa ini pertanda Suti ingin jadi pejabat? Suti mengaku belum tahu karir politiknya nanti. Yang jelas, sewaktu pemilu legislatif pada 9 April lalu ia tidak ikut nyaleg. Alasannya, Suti mengaku belum pede dan belum cukup ilmu untuk menjadi wakil rakyat.

"Melayani rakyat banyak itu berat. Saat ini saya belajar dulu pada Mas Rano. Kalau sudah siap, Insya Allah saya akan maju dan menjadi wakil rakyat yang baik."katanya. Sebagai saudara kandung dari Soekarno M. Noer, Suti memang dekat dengan sang kakak.

Mereka sering main film bersama. Seperti dalam film remaja Gita Cinta dari SMA, Suti dan Rano bermain bareng. Almarhum Tino Karno, kakak Rano Karno, juga ikut main di flim era 1980-an itu.

DANANG PRIAMBODO

Komentar (0)


Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi tempo.co. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan