Topik
Ratusan Santri di Bandung Dikerahkan Melipat Surat Suara
TEMPO Interaktif, BANDUNG:-Sedikitnya 250 Santri dari Pondok Pesantren Yamisa Kabupaten Bandung dilibatkan dalam pelipatan kertas suara logistik Pemilu Presiden."Kita targetkan tanggal 25 pelipatan kertas suara selesai," kata Anggota KPU Bandung Barat Asep Wanda saat ditemui di Soreang, Kabuaten Bandung, Selasa, (23/6).
Menurut Asep, para santri dipilih untuk melipat karena hasil penyortiran dan lipatan mereka lebih cepat selesai dan hasilnya rapi. Selain itu lebih bisa dipercaya ketimbang masyarakat umum."Berbeda dengan masyarakat umum, santri lebih terkoordinir dan terkoordinasi jadi KPU tinggal memantau," ujarnya.
Setidaknya 1074 dus Surat Suara diterima kemarin. Tiap dus sendiri berisi 2000 lembar surat suara. Hasil penyortiran sementara, hampir 1000 kertas diketahui rusak ada bercak tinta, sobek, kotor dan adanya kertas suara blenk tanpa ada gambar kandidat.Selain surat suara juga ada 1.876 tinta untuk 5000 TPS. Formulir sendiri belum didistribusikan.
Para santri itu dibayar Rp 100 per satu surat suara."KPU bekerja sama dengan Pondok Pesantren secara lembaga dan nanti ponpes yang memberikan honornya pada santri," ujarnya.
Untuk logistik, KPU tak mempunyai gudang penyimpanan. Ini karena gudang penuh oleh sisa logistik Pilleg dan Pilgub lalu. Terpaksalah, bekas kantor Kawedanan Soreang dipakai menyimpan.
ALWAN RIDHA
