Topik
Infografis
Saham Amerika Terdorong Kenaikan Harga Minyak
TEMPO Interaktif, New York: Harga saham Amerika Serikat menguat akibat kenaikan harga minyak dan logam. Namun pergerakan positif itu tidak diikuti Dow Jones yang tertekan akibat produsen pesawat Boeing yang menunda penerbangan pesawat anyarnya.
"Pasar komoditas sedikit lebih mantap dan orang menggunakan harga komoditas sebagai indikator pertumbuhan ekonomi," ujar Nick Kalivas, Wakil Presiden Peneliti Keuangan dari MF Global Inc di Chicago, Selasa (23/6) waktu setempat, seperti yang dikutip Bloomberg. "Selain itu, pasar juga sudah banyak menjual kemarin dan sekarang mendapatkan rebound."
Indeks Standard & Poor's 500 naik 0,2 persen menjadi 895. Perusahaan tambang menjadi pendorong penguatan. Harga saham ConocoPhillips melesat 2 persen menjadi US$ 41,35 per lembar. Freeport menguat 4,4 persen menjadi US$ 47,18 per lembar.
Harga minyak melompat 2,6 persen ke level US$ 69,24 per barel pada perdagangan di New York Mercantile Exchange semalam. Penguatan juga diikuti oleh nilai tembaga, aluminium, emas, dan perak.
Namun pergerakan positif itu tidak diikuti oleh indeks industri Dow Jones yang merosot 0,2 persen ke level 8.322,91. Pelemahan terjadi akibat keputusan produsen pesawat Boeing yang menunda penerbangan perdana 787 Dreamliner.
Harga saham Boeing anjlok 6,5 persen menjadi US$ 43,87 per lembar. Penurunan tersebut merupakan yang terbesar dalam 30 perusahaan yang termasuk dalam indeks acuan Wall Street.
SORTA TOBING