Desentralisasi Dorong Belanja Daerah

TEMPO Interaktif, Jakarta - Belanja pemerintah daerah meningkat 20 persen per tahun dari pembiayaan pemerintah pusat akibat desentralisasi yang sudah berjalan selama 10 tahun di Indonesia. Jumlah itu naik menjadi 30 persen pada 2008.

Wakil Direktur Program Pembangunan PBB (UNDP) di Indonesia, Elena Tischenko mengatakan, dalam kurun 10 tahun, desentralisasi sudah menghasilkan 191 kabupaten/kota dan lebih dari 16 ribu fasilitas publik. "Tingkat desentralisasi fiskal
Indonesia lebih tinggi daripada negara maju dan Asia kecuali Cina," kata Elena di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (25/6).

Dia menjelaskan, pengeluaran terbesar desentralisasi adalah di sektor pendidikan sebesar 23 persen dari belanja pemerintah daerah. Desentralisasi juga membuat layanan publik terus bertambah.

”Namun, yang menjadi masalah adalah kemampuan pemerintah daerah membangun kapasitas yang baik dalam menjalankan fungsinya,” kata Elena.

EKO NOPIANSYAH