SBY Akan Ungkap Pejabat yang Kolusi dan Nepotisme  

TEMPO Interaktif, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan akan mengungkap soal kolusi dan nepotisme yang menyangkut pejabat negara. “Saya akan bicara nanti kapan-kapan soal kembali munculnya, kalau tidak kita hentikan, kolusi dan nepotisme yang juga menyangkut penjabat-pejabat negara,” kata Yudhoyono dalam jumpa pers, disela-sela Peringatan Hari Anti Narkoba, di Gelora Bung Karno, Jumat (26/6).

Pernyataan Yudhoyono ini menanggapi kritik dari lawan politik yang menilainya tidak berkomitmen melakukan pemberantasan korupsi baik pencegahan atau penindakan. Menurut dia, rakyat dan publik bisa memiliki pandangan yang keliru tentang kesungguhan pemerintah, kesungguhan presiden sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara untuk melaksanakan pemberantasan korupsi.

“Yang jelas saya ingin jangan memutarbalikkan fakta seolah-olah kita ini tidak sungguh serius. Tidak baik. Mari kita menjaga satunya kata dengan perbuatan,” katanya. “Jangan karena ada kampanye pilpres, lantas ada sesuatu yang sesungguhnya tidak begitu yang terjadi selama ini.”

Ia mengatakan sejak tahun 2004, dirinya sudah melakukan gebrakan melaksanakan kampanye anti korupsi yang paling agresif dalam sejarah Indonesia. Tetapi, kata dia, banyak yang mengatakan upaya pemberantasan ini tidak perlu dilanjutkan, dengan alasan akan mengganggu perekonomian, menggangu mengalirnya kredit perbankan, membuat pemerintahan tidak bergerak.

“Jangan ada dusta di antara kita. Tetapi saya katakan tidak. Jalan terus,” kata dia.

Karena itu, kata dia, penegak hukum seperti kepolisian, kejaksaan, dan KPK mengikuti mekanisme yang benar, aturan yang benar, atas praduga tidak bersalah. Ia juga meminta KPK tegas menjalankan tugasnya dan mencegah jangan sampai ada kesalahan.

“Sama saja nasehat saya kepada kepolisian, kejaksaan, jangan sampai ada kesalahan. Kalau ibarat sapu, kalau menyapu harus bersih dulu kalau sapunya kotor ya malah kotor lantainya. Itu berlaku bagi semuanya,” kata dia.

 

NININ DAMAYANTI