Dok: pro.corbis.com
Topik
Mata Sehat dengan Lensa
TEMPO Interaktif, Jakarta - Mata adalah jendela hati. Ungkapan itu pastinya akrab di telinga kita. Melalui mata, kita dapat mengetahui suasana hati seseorang. Bahkan, kebohongan seseorang pun bisa ditangkap melalui matanya. "Ah, itu kiasan lama," kata Fian, 29 tahun. "Sekarang kan banyak soft lens, gimana bisa baca orang dari matanya kalau dia pakai soft lens," perempuan yang sudah mengenakan lensa kontak selama dua tahun ini menambahkan. Ada banyak alasan untuk menggunakan lensa kontak. Bagi Fian, tak hanya karena mata minus, tapi juga sebagai aksen untuk bergaya. Ia pun menggunakan lensa kontak warna-warni hingga bermotif. "Biar tambah keren, " ujarnya.
Saat ini, lensa kontak memang bukan hanya sebagai alat bantu dalam penglihatan atau alat pengganti kacamata. Seiring dengan perkembangan zaman, lensa kontak pun telah bergeser menjadi barang mode atau the must have item bagi para pencinta mode Tanah Air. Berbagai warna dan motif dapat Anda jumpai di optik-optik terkemuka hingga optik-optik yang menjamur di berbagai pusat belanja.
Spesialis mata, Tri Rahayu, mengatakan lensa kontak merupakan salah satu alat bantu yang dapat menjadi pilihan bagi yang mengalami kelainan mata seperti minus maupun plus. Pasalnya, bentuknya yang praktis dapat membantu penampilan bagi yang mengenakannya. "Sangat kosmetik dan sangat baik karena simpel dan tidak ribet, "kata Tri kepada Tempo pekan lalu.
Meski secara kosmetik lebih menarik, dokter yang praktek di Jakarta Eye Center ini menganjurkan agar lebih selektif memilih lensa kontak. Pasalnya pemilihan lensa kontak yang tak sesuai dengan mata justru akan berdampak negatif bagi kesehatan mata, yakni terjadinya komplikasi pada mata. Alih-alih membantu penglihatan lebih baik, justru penglihatan malah semakin buruk. "Paling parah adalah mengalami kebutaan," dia mengungkapkan. Bahkan, untuk jenis mata yang cenderung kering, sangat tidak dianjurkan menggunakan lensa kontak. Sebab, semakin tinggi kadar air yang terserap justru akan semakin membuat mata cepat kering.
Lensa kontak terdapat dua jenis, yakni lensa kontak berupa hard lens atau lensa kontak keras/kaku yang sering disebut rigid gas permeable contact lens (RGP Lens) dan lensa kontak lunak atau lensa kontak fleksibel. Jenis ini akrab disebut soft lens yang sering dijumpai di pasaran saat ini.
Lensa kontak yang baik, menurut dokter yang ahli di bidang lensa kontak ini, adalah lensa kontak yang mampu memberikan oksigen yang tinggi, tapi memiliki kadar air yang cukup ke mata. Pasalnya, di antara lensa kontak dan kornea terdapat lapisan air mata. Jadi, saat mata berkedip, kelopak mata akan sedikit menggerakkan lensa kontak yang memungkinkan air mata segar mengalir di bawah lensa kontak untuk melumasi dan memberikan oksigen ke kornea mata.
Lensa kontak jenis rigid, dari sisi diameter lebih kecil daripada kornea sehingga pertukaran air mata akan lebih banyak di bawah lensa kontak saat berkedip. Oksigen pun akan semakin tinggi diantarkan ke kornea. Sedangkan jenis lensa kontak lunak atau akrab dengan soft lens merupakan lensa kontak yang terbuat dari plastik yang dapat menyerap air. "Lensa kontak jenis rigid ini sebenarnya lebih bagus, tapi masih kurang diminati karena bentuknya yang kaku dan tidak beragam warnanya," kata Tri.
Country Head Indonesia Ciba Vision Danny Widodo mengungkapkan, dari hasil riset yang dilakukan Ciba Vision di Amerika, 76 persen dari 250 responden menginginkan lensa kontak yang nyaman dan bisa digunakan dari pagi hingga malam hari. Untuk itu, lensa kontak yang memiliki kandungan triple action moisture, yakni lensa kontak yang dapat melumasi, melembapkan, dan menyegarkan sepanjang hari, sangat diperlukan bagi orang dengan aktivitas tinggi sekaligus memiliki keterbatasan pada penglihatan. "Lensa kontak yang dapat melembapkan dan mengantarkan oksigen saat mata berkedip sangat diperlukan," kata Danny di sela-sela peluncuran lensa kontak terbarunya, Dailies Comfort, di Jakarta beberapa waktu lalu.
Pemilihan lensa kontak, ia menambahkan, juga haruslah sangat selektif. Pasalnya, penggunaan lensa kontak yang salah akan menyebabkan iritasi sehingga mata bisa memerah. Hal ini biasanya akibat kurangnya asupan oksigen yang mengalir ke mata. Selain itu, bisa disebabkan oleh kesalahan pemilihan jenis lensa kontak dan yang sering kali terjadi ialah karena perawatan dan cara penggunaan yang salah. Misalnya, menggunakan lensa kontak harian, tapi dipakai lebih dari sehari atau tidak sesuai dengan waktu yang dianjurkan sehingga lensa tidak akan berfungsi dengan semestinya.
Untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya iritasi pada mata, Tri menganjurkan agar menggunakan lensa kontak harian karena tingkat kebersihan atau sterilisasi lensa kontak lebih terjaga. Lensa kontak berwarna juga sangat tidak dianjurkan dipakai setiap hari. Zat kimia yang terkandung pada zat pewarna dikhawatirkan akan dapat memunculkan efek samping di kemudian hari. "Lensa kontak warna sebaiknya dipakai sesekali saja. Untuk sehari-hari, sebaiknya yang bening, " ucapnya. Lantas, ia menyebutkan, jika ingin menggunakan lensa kontak bulanan, lebih baik pilih jenis lensa kontak rigid.
S. IKA SARI
Tip Memilih
- Sesuaikan dengan kondisi mata (tingkat kelainan mata (+) dan (-).
- Sesuaikan dengan kebutuhan, untuk sehari-hari atau jangka panjang.
- Konsultasikan dengan dokter mata sebelum memilih.
- Pilih lensa kontak dengan daya antar oksigen yang tinggi dan kandungan air yang cukup.
- Tetap lakukan pemeriksaan enam bulan sekali untuk mendeteksi efek samping lensa kontak yang digunakan.
Tanda-tanda kerusakan
- Kornea membengkak.
- Kornea ditumbuhi pembuluh darah baru.
- Daya tahan kornea terhadap infeksi akan berkurang dan akan berakibat kebutaan.
l
<B>Tip Memilih<B>
- Sesuaikan dengan kondisi mata (tingkat kelainan mata (+) dan (-).
- Sesuaikan dengan kebutuhan, untuk sehari-hari atau jangka panjang.
- Konsultasikan dengan dokter mata sebelum memilih.
- Pilih lensa kontak dengan daya antar oksigen yang tinggi dan kandungan air yang cukup.
- Tetap lakukan pemeriksaan enam bulan sekali untuk mendeteksi efek samping lensa kontak yang digunakan.
<B>Tanda-tanda kerusakan<B>
- Kornea membengkak.
- Kornea ditumbuhi pembuluh darah baru.
- Daya tahan kornea terhadap infeksi akan berkurang dan akan berakibat kebutaan.
l